BMKG: Mayoritas Kota Besar di Indonesia Diselimuti Awan Tebal

BMKG: Mayoritas Kota Besar di Indonesia Diselimuti Awan Tebal
Ilustrasi awan tebal. [Foto: Pixabay]

JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengondisikan bahwa awan tebal serta udara kabur berpotensi mendominasi mayoritas kota besar di Indonesia pada Kamis (3/9/2026) ini.

Prakirawan BMKG Miftah Ali dalam penyampaian prakiraan cuaca di Jakarta, Kamis, menjelaskan peluang tutupan awan tersebut dapat menyelimuti wilayah Tanjung Pinang, Padang, Jambi, Pangkalpinang, Palembang, seluruh kawasan Pulau Jawa, hingga Samarinda.

Di luar faktor tutupan awan dan curah hujan, BMKG turut memprediksi potensi timbulnya udara kabur di Pekanbaru, Bandar Lampung, Pontianak, serta Palangka Raya, ditambah potensi fenomena asap atau kabut di area Banjarmasin.

"Terdapat potensi hujan petir di Tanjung Selor, kemudian potensi hujan ringan di Banda Aceh, Medan, dan Bengkulu," kata Miftah.

Menuju hasil pemantauan di kawasan timur Indonesia, ia menambahkan bahwa BMKG memperhitungkan adanya potensi hujan berintensitas ringan yang bakal mengguyur beberapa area.

"Untuk bagian timur Indonesia diwaspadai terdapat potensi hujan ringan di Mamuju, Palu, Jayapura, dan Jayawijaya," ujarnya.

Sementara itu, variasi cuaca dari cerah berawan hingga berawan tebal diprediksi bakal mewarnai wilayah timur lainnya yang mencakup Denpasar, Mataram, Kupang, Makassar, Kendari, Gorontalo, Manado, Ternate, Ambon, Sorong, serta Merauke.

Bukan hanya masalah curah hujan dan sebaran awan, BMKG juga menandai adanya potensi udara kabur yang berisiko muncul di Manokwari, serta ancaman asap atau kabut di Nabire.

Miftah Ali menegaskan kembali bahwa paparan ini merupakan gambaran umum kondisi cuaca harian. Untuk pembaruan informasi cuaca terperinci yang diperbarui berkala setiap jam, masyarakat diimbau memanfaatkan aplikasi Info BMKG maupun saluran media sosial resmi @infobmkg.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index