Prabowo Tawarkan 138 Blok Energi ke Rusia di Forum Vladivostok, Rusal Ikut Investasi

Prabowo Tawarkan 138 Blok Energi ke Rusia di Forum Vladivostok, Rusal Ikut Investasi

ENERGINEWS.ID — Presiden Prabowo Subianto secara langsung mengundang pelaku industri Rusia untuk ikut serta dalam pengembangan 138 blok eksplorasi energi yang tersebar di Indonesia. Ia menyebut kebutuhan modal dan teknologi menjadi alasan utama di balik ajakan tersebut.

"Kami mengundang perusahaan-perusahaan Rusia beserta teknologinya untuk terlibat di 138 blok tersebut," kata Prabowo dalam pidatonya di EEF, Kamis.

Undangan ini tidak hanya terbatas pada eksplorasi hulu. Pemerintah Indonesia juga membuka ruang dialog untuk proyek-proyek hilir, seperti pembangunan kilang hingga terminal penyimpanan dan regasifikasi.

Peluang di Hilir dan Pasokan LNG

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia sebenarnya memiliki pasokan gas alam cair (LNG) yang cukup untuk kebutuhan domestik. Meski begitu, ia tetap memberi ruang bagi korporasi Rusia untuk membawa teknologi pengolahan dan bermitra dalam proyek bersama.

Bidang lain yang tengah dijajaki adalah produksi pupuk berbasis gas. Sejumlah perusahaan pupuk pelat merah Indonesia telah menandatangani nota kesepahaman dengan mitra usaha Rusia untuk membangun fasilitas produksi di kawasan Timur Jauh Rusia.

Skema ini dirancang untuk mengamankan pasokan pupuk bagi sektor pertanian dalam negeri, sekaligus membuka akses pasar baru bagi produk gas alam Indonesia.

Investasi Rusal dan Perluasan Sektor Tambang

Di sektor mineral, raksasa aluminium asal Rusia, Rusal, disebut akan merealisasikan investasi skala besar. Perusahaan itu berencana mengembangkan fasilitas pengolahan bersama mitra lokal Indonesia.

Langkah ini sejalan dengan kebijakan hilirisasi yang sedang digenjot pemerintah untuk meningkatkan nilai tambah komoditas mentah di dalam negeri.

Prabowo menambahkan bahwa pemerintah masih membuka peluang kerja sama yang lebih luas lagi dengan Rusia di berbagai sektor produktif lainnya. Ia menekankan bahwa hubungan dagang yang setara akan menguntungkan kedua negara dalam jangka panjang.

Forum EEF di Vladivostok sendiri rutin dijadikan panggung bagi Rusia untuk menarik investor asing ke kawasan Timur Jauh yang kaya sumber daya alam. Kehadiran Prabowo di forum tersebut menandai babak baru diplomasi ekonomi Indonesia yang mulai merambah kawasan Pasifik Utara.

Kendati belum dirinci secara gamblang blok mana saja yang akan ditawarkan atau besaran nilai investasi yang diharapkan, langkah ini dinilai sebagai pembuka jalan bagi masuknya teknologi eksplorasi Rusia ke Indonesia yang selama ini didominasi oleh perusahaan asal Asia dan Eropa Barat.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index