TRIS Bagikan Dividen Interim Rp7 Miliar Setelah Laba Semester I Naik

TRIS Bagikan Dividen Interim Rp7 Miliar Setelah Laba Semester I Naik
PT Trisula International Tbk.

JAKARTA - PT Trisula International Tbk. (TRIS) kembali membagikan dividen kepada para pemegang saham setelah mencatatkan kinerja keuangan yang positif pada semester I 2026.

Emiten yang bergerak di bidang tekstil dan garmen ini menyiapkan dividen interim senilai Rp7 miliar atau setara Rp2,27 per saham untuk tahun buku 2026.

Pembagian dividen tersebut dijadwalkan berlangsung pada September 2026.

Investor yang berhak menerima dividen merupakan pemegang saham yang terdaftar dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada 11 September 2026, sedangkan pembayaran bakal dilaksanakan pada 23 September 2026.

Sebagai catatan, pada tahun buku 2025 perseroan juga telah menyalurkan dividen interim sebesar Rp7 miliar pada September 2025 serta dividen final Rp24 miliar pada 29 Mei 2026.

Direktur Utama TRIS, Widjaya Djohan, menjelaskan bahwa pembagian dividen kali ini disokong oleh pertumbuhan kinerja laba bersih perusahaan.

Hingga paruh pertama semester I 2026, TRIS sukses membukukan laba bersih sebesar Rp57,9 miliar atau tumbuh 12,2 persen secara tahunan hingga melampaui ekspektasi internal.

"Pencapaian tersebut tidak terlepas dari strategi diversifikasi pasar ekspor yang dijalankan perseroan," ujarnya melalui keterangan tertulis, Kamis (3/9/2026).

Ia menambahkan bahwa pasar luar negeri menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan perusahaan.

"Menurutnya dengan kontribusi ekspor yang mencapai 60% terhadap total penjualan dan cakupan pasar yang terdiversifikasi, kami memiliki fondasi yang kuat untuk bertahan dan terus tumbuh,” ujar Widjaya.

Pada semester I 2026, nilai penjualan ekspor perseroan menembus angka Rp530,5 miliar atau melonjak 20,3 persen secara tahunan, menyumbang 60 persen terhadap total penjualan.

Strategi diversifikasi pasar tujuan ekspor dinilai berhasil membuat kinerja TRIS lebih fleksibel di tengah dinamika perdagangan serta ketidakpastian geopolitik global.

Di samping itu, TRIS mengandalkan model bisnis kustomisasi tanpa menerapkan batas minimal pemesanan (minimum order) untuk menyesuaikan kebutuhan pelanggan.

Model pesanan yang fleksibel ini menjadi keunggulan kompetitif perseroan saat persaingan industri garmen dan tekstil semakin ketat.

Ke depan, TRIS berkomitmen memperkuat sinergi anak usaha, meningkatkan efisiensi respon cepat, serta mengekspansi pasar ekspor baru dengan memanfaatkan perjanjian perdagangan internasional Indonesia.

Melalui langkah strategis tersebut, perseroan optimistis mampu mencapai target pertumbuhan penjualan sebesar 6,5 persen yang telah ditetapkan sepanjang tahun ini.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index