Pasar Perawatan Rambut di Indonesia Alami Pertumbuhan Sangat Pesat

Pasar Perawatan Rambut di Indonesia Alami Pertumbuhan Sangat Pesat
Ilustrasi Perawatan Rambut.

JAKARTA — Perhatian konsumen Indonesia terhadap produk kecantikan saat ini tidak lagi terbatas pada perawatan wajah. Perawatan rambut kini menjadi salah satu sektor yang pertumbuhannya paling menonjol dalam belanja produk kecantikan.

Berdasarkan data Worldpanel Indonesia, nilai belanja kategori perawatan rambut mengalami kenaikan 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya hingga Juni 2026. Angka ini menjadi pertumbuhan tertinggi bila dibandingkan kategori kecantikan lainnya. Worldpanel sendiri merupakan perusahaan yang memantau kebiasaan belanja konsumen.

Senior Account Manager Worldpanel Fatima Ratu Zahra menjelaskan bahwa pertumbuhan tersebut menandakan konsumen mulai memperluas perhatian terhadap perawatan diri, tidak hanya melalui produk perawatan kulit.

"Pertumbuhan ini tidak hanya terjadi di produk perawatan wajah atau skincare, tapi juga di produk kosmetik atau makeup, dan juga perawatan rambut," kata Ratu dalam acara pertemuan media Perkumpulan Perusahaan Kosmetika Indonesia di Jakarta Selatan, Selasa (1/9).

Berdasarkan data yang sama, pertumbuhan nilai belanja perawatan rambut tersebut didorong oleh peningkatan volume produk yang dibeli sekaligus kenaikan harga jual produk.

Pertumbuhan unit perawatan rambut tercatat sebesar 8 persen, sementara peningkatan harga per unit mencapai 21 persen.

Artinya, masyarakat tidak sekadar membeli lebih banyak produk perawatan rambut, tetapi juga semakin terbuka dalam memilih produk dengan harga lebih tinggi atau kelas premium.

Ratu juga memaparkan bahwa perubahan pola belanja tersebut menjadi salah satu pemicu utama yang mendorong pertumbuhan pasar kecantikan di Indonesia.

Konsumen saat ini tidak lagi membeli produk hanya untuk satu kebutuhan. Perawatan wajah tetap menjadi bagian penting, namun kebutuhan mulai melebar ke sektor rambut, tata rias, hingga perawatan tubuh.

"Hal ini menunjukkan bahwa konsumen, perhatian konsumen tidak lagi terbatas pada produk perawatan kulit saja, tapi juga pada penampilan dan perawatan diri secara keseluruhan," jelas Ratu.

Data Worldpanel mencatat pertumbuhan nilai belanja tata rias mencapai 19 persen, sementara perawatan wajah tumbuh 15 persen, dan perawatan tubuh sebesar 1 persen.

Meskipun perawatan rambut menjadi kategori dengan tingkat pertumbuhan paling tinggi, produk perawatan wajah tetap menjadi kategori utama yang paling banyak dimiliki oleh konsumen.

Perkembangan pasar kecantikan juga tidak cuma dipicu oleh peningkatan jumlah produk yang dibeli. Masyarakat mulai bersedia merogoh kocek lebih dalam untuk memperoleh produk dengan harga yang lebih tinggi.

Menurut Ratu, tren tersebut terlihat pada berbagai sektor, termasuk perawatan rambut.

"Pertumbuhan ini didorong oleh konsumen yang membeli semakin banyak produk beauty, dan juga willingness untuk membeli produk yang harganya lebih tinggi dan mendapatkan produk yang premium," katanya.

Di samping itu, perilaku masyarakat dalam berbelanja juga kian luas. Mereka memanfaatkan toko kosmetik fisik maupun platform digital sebagai tempat membeli produk kecantikan.

"Konsumen menjadi semakin omnichannel, dengan toko kosmetik dan juga online sebagai destinasi belanja mereka," tutur Ratu.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index