JAKARTA - Di tengah padatnya kesibukan harian, sebagian orang menilai bahwa meluangkan waktu bersama orang terdekat merupakan hal yang patut diprioritaskan. Kebiasaan semacam ini populer dengan sebutan quality time.
Bagi kelompok ini, momen sederhana seperti menyantap makan siang bersama, berjalan-jalan di sore hari, berbincang usai bekerja, atau sekadar duduk berdampingan bukanlah kegiatan remeh. Momen kebersamaan tersebut menjadi sarana utama dalam memelihara kehangatan hubungan.
Individu dengan kecenderungan ini tidak selalu suka berada di tengah keramaian atau mempunyai lingkaran pertemanan yang luas. Mereka kerap merasa sangat nyaman walau hanya menghabiskan waktu bersama sedikit orang terdekat.
Secara psikologis, mutu dari suatu interaksi memegang peranan krusial terhadap kesejahteraan emosional serta kepuasan individu dalam menjalin hubungan.
Lantas, seperti apa gambaran sifat atau ciri kepribadian dari individu yang selalu menempatkan quality time sebagai prioritas hidupnya? Merangkum dari pelbagai sumber, berikut adalah penjelasannya.
Menghargai kedekatan interpersonal
Mereka cenderung memberi nilai tinggi pada interaksi langsung yang bermakna, bukan sekadar komunikasi biasa atau keberadaan fisik.
Yang dicari bukan banyaknya aktivitas bersama, melainkan rasa terhubung.
Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Social and Personal Relationship menemukan, kualitas waktu bersama bukan sekadar bertambahnya jumlah waktu bersama, melainkan kepuasan hubungan dan tingkat stres yang lebih rendah.
Menyenangi perhatian yang utuh
Orang yang kerap memprioritaskan quality time biasanya tak suka jika ada orang yang justru sibuk menggulir ponsel saat bersama. Mereka cukup peka terhadap kualitas perhatian: apakah lawan bicara mendengarkan, terlibat dalam percakapan, atau justru sibuk dengan ponsel.
Cenderung relationship-oriented
Mereka tidak dapat dikategorikan sebagai sosok ekstrovert, namun juga tidak sepenuhnya tepat jika dinamakan introvert.
Bila dibandingkan dengan kedua tipe tersebut, mereka lebih pas dideskripsikan sebagai pribadi yang 'relationship-oriented'. Istilah ini mengacu pada kehidupan sosial serta mutu hubungan yang memegang peranan sangat krusial bagi kesejahteraan hidup mereka.
Sebagai contoh, seorang introvert yang sangat menikmati momen menghabiskan waktu berkualitas bersama orang-orang terdekatnya.
Sensitif terhadap perubahan dalam hubungan
Karena memberi perhatian pada interaksi, mereka akan lebih cepat menyadari saat ada yang berubah di dalam hubungan.
Namun, bukan berarti mereka otomatis lebih sensitif secara emosional. Hanya saja, waktu dan interaksi bersama membuat mereka mampu merasakan kualitas hubungan.