JAKARTA — Emiten milik Prajogo Pangestu, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN), tengah melangsungkan negosiasi guna menjadi pengendali PT Singaraja Putra Tbk. (SINI). Di tengah bergulirnya proses tersebut, terdapat lima pemegang saham yang mencatatkan penguasaan di atas 5% saham SINI.
Berdasarkan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek SINI per akhir Juli 2026, lima pemegang saham menguasai lebih dari 5% saham perseroan. Dua entitas di antaranya merupakan bagian dari kepemilikan CUAN, baik secara langsung maupun tidak langsung.
PT Petrosea Tbk. (PTRO) memimpin sebagai pemegang saham terbesar SINI dengan porsi 239,11 juta saham atau setara 19,88%. Selanjutnya, PT Autum Prima menggenggam 204,3 juta saham atau 16,99%, diikuti PT Kreasi Jasa Persada yang memiliki 94,94 juta saham atau 7,9%.
Adapun Ever Grace International menggenggam 90 juta saham SINI atau 7,48%, serta Batubara Development yang mencatatkan kepemilikan 74,53 juta saham atau 6,2%.
Berikut rincian peta pemegang saham SINI berdasarkan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek per akhir Juli 2026:
PT Petrosea Tbk. (PTRO): 239.105.000 saham (19,88%)
PT Autum Prima: 204.300.000 saham (16,99%)
PT Kreasi Jasa Persada: 94.940.000 saham (7,90%)
Ever Grace International: 90.000.000 saham (7,48%)
Batubara Development: 74.530.000 saham (6,20%)
Pemegang Saham <5% – Non Warkat: 499.575.000 saham (41,55%)
Total: 1.202.450.000 saham (100,00%)
PTRO bersama PT Kreasi Jasa Persada merupakan entitas yang terhubung dengan porsi kepemilikan CUAN di SINI. Secara langsung maupun tidak langsung, akumulasi saham SINI yang dikuasai CUAN telah mencapai 27,78%.
Direktur Utama CUAN Michael memaparkan bahwa perseroan sedang merundingkan rencana pengambilalihan bersama pemegang saham SINI. Negosiasi tersebut mencakup mekanisme, penetapan harga, hingga tenggat penyelesaian transaksi.
"Pada tanggal pengumuman ini diterbitkan, CUAN (melalui entitas anaknya, PT Kreasi Jasa Persada dan PT Petrosea Tbk) telah memiliki, secara langsung maupun tidak langsung, sebesar 27,78% dari modal ditempatkan dan disetor SINI dan sedang melakukan negosiasi dengan pemegang saham SINI," kata Michael dalam keterbukaan informasi, Jumat (4/9/2026).
Apabila perundingan mencapai kata sepakat dan seluruh perizinan terpenuhi, CUAN melalui anak usahanya diproyeksikan menjadi pemegang saham mayoritas sekaligus memegang kendali atas arah kebijakan dan manajemen SINI.
Aksi akuisisi SINI ini merupakan bagian dari langkah strategis CUAN untuk memperluas portofolio serta mengukuhkan posisi grup di sektor pertambangan dan jasa pertambangan terintegrasi.
"Tujuan dari Rencana Pengambilalihan ini adalah antara lain, untuk menambah aset grup CUAN, memperluas jaringan usaha, serta sebagai bagian dari rencana pengembangan usaha jangka panjang grup CUAN untuk menjadi perusahaan pertambangan dan jasa pertambangan yang terintegrasi," tambah Michael.
CUAN menegaskan bahwa seluruh proses akuisisi dan dinamika negosiasi akan dijalankan sesuai koridor regulasi yang berlaku, termasuk POJK No. 9/POJK.04/2018 tentang Pengambilalihan Perusahaan Terbuka. Berdasarkan ketentuan tersebut, jika akuisisi rampung dan CUAN resmi menjadi pengendali baru SINI, maka perseroan atau anak usaha yang ditunjuk bakal menggelar penawaran tender wajib (mandatory tender offer) atas saham SINI.
PTRO Perkuat Porsi di SINI
Porsi kepemilikan PTRO di SINI meningkat seusai Petrosea terlibat dalam eksekusi rights issue SINI yang tuntas pada 23 Juli 2026 melalui penyertaan modal sekitar Rp1,19 triliun. Pascatransaksi, kepemilikan Petrosea naik menjadi 19,88%.
Bersamaan dengan rights issue tersebut, PTRO menuntaskan divestasi 99,99% saham PT Kemilau Mulia Sakti (KMS) kepada SINI. KMS merupakan pemegang saham PT Cristian Eka Pratama (CEP), pemilik Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP-OP) batu bara di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur. Dengan demikian, CEP kini resmi beralih menjadi aset pertambangan SINI.
Portofolio pertambangan SINI juga mencakup PT Persada Kapuas Prima (PKP), PT Pasir Bara Prima (PBP), PT Pesona Bara Cakrawala (PBC), serta PT Cakrawala Bara Persada (CBP) di Kalimantan Tengah, yang mana CEP, PBP, PBC, dan CBP sekaligus merupakan klien jasa kontraktor pertambangan bagi Petrosea.
Presiden Direktur Petrosea Michael menilai industri batu bara terus memegang peran vital sebagai pasokan energi pokok serta penopang ketahanan energi nasional.
"Ke depan, kami meyakini bahwa industri pertambangan batubara tetap menjadi tulang punggung sumber energi yang terjangkau, serta mendukung ketahanan energi nasional," ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (24/7/2026).