JAKARTA - Pergerakan harga pangan nasional di pasar tradisional terpantau bervariasi pada Senin (7/9/2026). Tren penurunan melanda komoditas bawang merah, bawang putih, daging sapi kualitas I, serta gula pasir kualitas premium.
Di sisi lain, grafik kenaikan harga tercatat pada sejumlah jenis beras, komoditas cabai, daging ayam, daging sapi kualitas II, minyak goreng kemasan, hingga telur ayam.
Mengutip data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia per Senin, 7 September 2026, harga bawang merah ukuran sedang merosot 0,91 persen menjadi Rp38.100 per kilogram. Lalu, bawang putih ukuran sedang menyusut 0,76 persen ke posisi Rp39.300 per kilogram.
Untuk kelompok komoditas beras, jenis kualitas bawah I bertahan di angka Rp14.850 per kilogram, senada dengan beras kualitas bawah II di posisi Rp14.650 per kilogram. Beras kualitas medium I tak bergeming di level Rp16.550 per kilogram, sedangkan beras kualitas medium II menguat 0,31 persen menjadi Rp16.350 per kilogram.
Beras kualitas super I relatif stabil di harga Rp17.850 per kilogram, diikuti beras kualitas super II yang bertahan di angka Rp17.300 per kilogram.
Beralih ke kelompok cabai, harga cabai merah besar terangkat 2,42 persen menjadi Rp52.800 per kilogram. Cabai merah keriting melonjak 3,4 persen mencapai Rp57.750 per kilogram. Cabai rawit hijau merangkak 0,81 persen ke level Rp62.250 per kilogram, sementara cabai rawit merah melambung 3,19 persen menjadi Rp84.000 per kilogram.
Pada sektor komoditas protein hewani, harga daging ayam ras segar terkerek 0,23 persen menjadi Rp42.700 per kilogram. Sebaliknya, harga daging sapi kualitas I terkoreksi tipis 0,03 persen menjadi Rp151.900 per kilogram.
Daging sapi kualitas II mengalami kenaikan 0,07 persen menjadi Rp142.750 per kilogram. Adapun harga telur ayam ras segar mengalami peningkatan 0,34 persen ke angka Rp29.650 per kilogram.
Pada sektor komoditas pemanis, gula pasir kualitas premium mengalami penurunan 0,25 persen menjadi Rp20.300 per kilogram. Untuk gula pasir lokal harganya cenderung konstan di posisi Rp19.100 per kilogram.
Untuk sektor minyak goreng, varian curah tak mengalami perubahan harga di angka Rp20.450 per kilogram. Minyak goreng kemasan bermerek I naik 0,21 persen menjadi Rp24.350 per kilogram, sedangkan minyak goreng kemasan bermerek II tetap di kisaran Rp23.450 per kilogram.
Dinamika harga bahan pokok per 7 September 2026 ini diwarnai lonjakan dominan pada komoditas cabai, dengan harga cabai rawit merah menjadi yang tertinggi di angka Rp84.000 per kilogram.
Di sisi berlawanan, harga bawang merah beserta bawang putih mencatatkan penurunan, sementara harga sebagian besar pasokan beras dan minyak goreng terpantau stabil di pasaran.