IGIC 2026 Jadi Momentum Penguatan Peran Imam Masjid di Kancah Dunia

IGIC 2026 Jadi Momentum Penguatan Peran Imam Masjid di Kancah Dunia
Menteri Agama Nasaruddin Umar.

JAKARTA - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengumumkan bahwa Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan International Grand Imam Conference (IGIC) 2026. Ajang ini bakal dimanfaatkan untuk memperkokoh posisi imam masjid selaku aktor diplomasi di tingkat global.

“Para imam mampu tampil sebagai aktor diplomasi di panggung dunia dan menyuarakan pesan damai Indonesia kepada masyarakat internasional dari mimbar hingga mihrab,” ujar Menag Nasaruddin Umar dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Penegasan tersebut disampaikan Menag saat menyambut kedatangan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Anis Matta di Jakarta.

Agenda internasional IGIC dijadwalkan bergulir dalam dua gelombang utama. Seri perdana dilaksanakan di Jakarta pada 25–26 September 2026, lalu dilanjutkan gelombang kedua di Palembang pada 27–28 September 2026.

Sebagai langkah pembuka menuju IGIC 2026, pemerintah telah merampungkan lima rangkaian kegiatan pra-konferensi yang melibatkan para imam di Makassar, Samarinda, Surabaya, Bandung, dan Banten. Menag menilai sosok imam memiliki potensi besar sebagai duta perdamaian sejati.

Tanggung jawab imam masjid menurutnya tak boleh sebatas dibatasi pada kepemimpinan ritual ibadah semata. Pemimpin agama di tingkat lokal ini memikul peran lebih luas mencakup kepemimpinan moral, edukator, perekat harmoni sosial, hingga cerminan nilai keislaman di ranah publik nasional maupun internasional.

“Penguatan kapasitas imam kini menjadi agenda mendesak. Para imam diharapkan tidak hanya unggul dalam keilmuan agama, tetapi juga memiliki wawasan kebangsaan, kemampuan komunikasi, literasi sosial, dan perspektif global,” kata Menag.

Ia juga menambahkan bahwa rumah ibadah merupakan tempat publik yang paling dekat dengan kehidupan warga sehari-hari. Lewat tempat ibadah, nilai-nilai keagamaan dapat diwujudkan menjadi dorongan nyata untuk memupuk kebersamaan, rasa toleransi, rasa kepedulian sosial, serta jiwa nasionalisme.

Di sisi lain, Wamenlu Anis Matta menyampaikan dukungan penuh atas pelaksanaan gelaran IGIC 2026. Pihaknya menyarankan agar panitia mengundang perwakilan imam dari wilayah Arab, jajaran komunitas Muslim Eropa, serta imam Masjid Al-Aqsha.

Anis turut menyuarakan agar isu perjuangan Palestina dimasukkan menjadi salah satu pembahasan utama dalam konferensi. Di samping itu, keterlibatan perwakilan Muslim dari negara Belgia, Austria, Kroasia, serta Uzbekistan diharapkan bisa makin memperluas jejaring global pada ajang ini.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index