Kinerja Pegadaian Tumbuh Pesat Masuk Peta Jalan Transformasi IPO BUMN

Kinerja Pegadaian Tumbuh Pesat Masuk Peta Jalan Transformasi IPO BUMN
PT Pegadaian.

JAKARTA - PT Pegadaian membukukan pencapaian kinerja keuangan yang amat solid hingga Juli 2026 dengan pertumbuhan menyentuh dua digit.

Direktur Keuangan dan Perencanaan Strategis Pegadaian Ferdian Timur Satyagraha mengutarakan bahwa laju lonjakan tersebut menandakan makin kuatnya performa bisnis perseroan di sepanjang tahun berjalan.

”Kalau kami lihat, aset itu menjadi Rp185 triliun per Juli. Jadi untuk asetnya tumbuh 50,6 persen year-on-year. Tapi yang menarik, laba bersihnya naik 78,7 persen, jadi Rp7,5 triliun,” kata Ferdian di Jakarta belum lama ini dikutip Selasa (8/9/2026).

Peningkatan perolehan laba bersih yang melampaui laju pertumbuhan aset ini mencerminkan tingginya efisiensi serta kemampuan perusahaan dalam mencetak keuntungan secara melesat.

Kendati demikian, pihak manajemen belum memberikan kepastian tenggat waktu terkait pelaksanaan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) perseroan.

”[Kalau yang IPO] Itu ikut Danantara saja,” ujarnya.

PT Pegadaian terdaftar sebagai salah satu BUMN potensial yang dibidik untuk melepas sahamnya ke Bursa Efek Indonesia (BEI). Agenda ini termaktub dalam peta jalan lima tahun transformasi perusahaan milik negara racikan BP BUMN dan Danantara Indonesia.

Selain Pegadaian, entitas pelat merah lain yang diproyeksikan melepas saham meliputi PT Pupuk Indonesia (Persero), PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo, hingga PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports).

Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia Dony Oskaria sempat menegaskan bahwa deretan perusahaan tersebut mengantongi kapitalisasi pasar yang sangat kuat untuk melantai di bursa.

”Banyak perusahaan-perusahaan kami yang bagus yang akan segera IPO. Contohnya masih ada Pegadaian, Pupuk Indonesia, Pelindo, Angkasa Pura, dan banyak sekali perusahaan-perusahaan yang secara market cap bagus untuk IPO nanti,” ujar Dony belum lama ini.

Pelaksanaan aksi korporasi ini difungsikan guna memperluas pendalaman pasar modal nasional sekaligus memvariasikan sektor emiten di IHSG agar tidak semata bergantung pada industri perbankan dan komoditas.

Head of Research KISI Sekuritas Muhammad Wafi menilai bisnis Pegadaian sudah sangat matang dan siap IPO, namun pelaksanaannya perlu ditopang oleh quality free float serta standar tata kelola korporasi yang transparan.

Langkah IPO sendiri masuk pada fase keempat dari lima tahapan strategi transformasi BUMN yang berfokus pada penciptaan nilai, kemitraan strategis, dan modernisasi teknologi secara global.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index