HEAL Alokasikan Capex Rp500 Miliar untuk Tambah Alat Medis dan Dokter

HEAL Alokasikan Capex Rp500 Miliar untuk Tambah Alat Medis dan Dokter
PT Medikaloka Hermina Tbk.

JAKARTA - PT Medikaloka Hermina Tbk. (HEAL) bakal memanfaatkan sisa dana belanja modal (capital expenditure/capex) tahun 2026 senilai Rp500 miliar untuk pengadaan perangkat medis serta memperkuat jajaran tenaga medis lewat penambahan dokter spesialis.

Direktur PT Medikaloka Hermina Tbk. Yustinus Immanuel Herawan menerangkan bahwa pembelian peralatan medis baru tersebut diproyeksikan demi mengembangkan operasional rumah sakit di area Bekasi dan beberapa wilayah strategis lainnya.

"Capex yang tersisa di tahun ini [sekitar Rp500 miliar], fokus kami bukan pada pembangunan rumah sakit lagi, tetapi lebih pada pengembangan dari rumah sakit yang kami miliki," kata Yustinus dalam Public Expose Live, Selasa (8/9/2026).

Yustinus menegaskan bahwa alokasi belanja modal tidak terbatas pada sarana medis semata. Dana tersebut turut diarahkan untuk menambah jumlah dokter spesialis maupun subspesialis yang berpraktik di jaringan Rumah Sakit Hermina.

Langkah renovasi fasilitas fasilitas kesehatan juga terus dijalankan sebagai komitmen perusahaan dalam menghadirkan layanan prima bagi seluruh pasien, baik pemegang kartu BPJS Kesehatan maupun pasien non-BPJS.

Kebijakan ekspansi ini dipicu oleh lonjakan volume permintaan layanan rawat inap dan rawat jalan yang signifikan sepanjang paruh pertama tahun ini.

Sepanjang semester I/2026, tingkat permintaan rawat inap melesat hingga 11,62 persen dan menyumbang pendapatan sebesar Rp2,25 miliar, naik dibanding perolehan Rp2,1 miliar pada periode sama tahun lalu.

Tren positif senada terlihat pada segmen rawat jalan yang membukukan pendapatan sebesar Rp1,27 miliar pada semester I/2026, meningkat dari posisi semester I/2025 yang senilai Rp1,25 miliar.

Kapasitas tempat tidur operasional perseroan kini berada di angka 9.019 unit dengan tingkat keterisian (occupancy rate) mencapai 68 persen pada kuartal I/2026, menguat dari kuartal I/2025 yang mencatatkan 8.278 unit.

Berdasarkan laporan keuangan resmi, kontributor utama pendapatan HEAL tetap didominasi operasional wilayah Jawa dan Bali senilai Rp3,07 triliun, diikuti Sumatra sebesar Rp356,60 miliar, serta wilayah Kalimantan dan Sulawesi Rp274,88 miliar.

Peningkatan aktivitas operasional turut mendorong beban pokok pendapatan naik menjadi Rp2,37 triliun per Juni 2026. Kendati demikian, perseroan tetap mampu membukukan kenaikan laba bruto dari Rp1,19 triliun menjadi Rp1,23 triliun.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index