Kementerian UMKM Siap Fasilitasi Pengusaha Laundry Dapatkan Akses KUR

Kementerian UMKM Siap Fasilitasi Pengusaha Laundry Dapatkan Akses KUR
Ilustrasi Usaha laundry express.

JAKARTA - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menyatakan kesiapannya untuk mendampingi pelaku usaha jasa penatu atau laundry dengan pihak perbankan penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR) guna memperluas jangkauan pembiayaan modal.

Menteri UMKM Maman Abdurrahman menegaskan bahwa langkah fasilitasi ini diambil sebagai respons atas masukan dari para pengusaha laundry yang membutuhkan dukungan permodalan demi mengekspansi bisnis mereka.

“Kami akan memfasilitasi asosiasi dengan bank-bank penyalur KUR. Ini akan segera ditindaklanjuti oleh tim kami bersama asosiasi,” kata Maman saat menghadiri peringatan HUT ke-11 Asosiasi Laundry Indonesia (ASLI) di Jakarta, Minggu (13/9).

Ia menjelaskan bahwa kemudahan akses modal merupakan elemen krusial yang mesti diperkuat seiring pesatnya pertumbuhan bisnis laundry di pelbagai pelosok daerah.

Dukungan finansial tersebut, lanjutnya, wajib dibarengi pengelolaan manajemen serta perencanaan eksekusi bisnis yang matang supaya para pelaku UMKM dapat mempertahankan daya tahan usaha secara berkesinambungan.

Maman menyampaikan bahwa Kementerian UMKM bakal menelaah seluruh masukan dari asosiasi sekaligus berkoordinasi bersama kementerian maupun lembaga terkait sesuai batasan kewenangan.

Ia menambahkan bahwa penguatan pada industri laundry perlu diintegrasikan ke dalam peta besar pemberdayaan UMKM secara lebih komprehensif.

Penambahan jumlah unit usaha di lapangan selayaknya sejalan dengan kejelian dalam membaca peluang pasar, kerapian tata kelola, keterbukaan modal, serta ketersediaan iklim usaha yang memungkinkan tiap pelaku tumbuh secara sehat.

Maman juga menggarisbawahi pentingnya penataan ekosistem yang proporsional, termasuk memperhatikan pemerataan lokasi usaha agar pemusatan bisnis tidak hanya menumpuk di area tertentu.

Pemetaan spasial usaha, menurut Maman, sangat dibutuhkan guna mengukur daya tampung pasar di tiap-tiap wilayah sehingga perluasan cabang dapat direncanakan lebih matang serta menghindari persaingan tidak sehat antar sesama pelaku usaha.

Pihak Kementerian UMKM menegaskan komitmen penuh untuk menyokong para pelaku UMKM, termasuk di bidang usaha laundry, agar sanggup tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan.

Dalam forum tersebut, pengusaha laundry asal Riau yang menjabat Ketua DPP ASLI Riau Kabul Santosa menyuarakan secara langsung kebutuhan para perajin jasa penatu akan ketersediaan akses pembiayaan saat berdialog dengan Maman.

Di samping masalah permodalan, para pelaku usaha laundry turut melayangkan sejumlah poin aspirasi lain menyangkut kepastian regulasi hingga kebutuhan pendampingan operasional secara intensif.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index