BUMA Lakukan Restrukturisasi Direksi dan Komisaris Demi Perkuat Eksekusi Operasional

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:33:37 WIB
BUMA Lakukan Restrukturisasi Direksi dan Komisaris Demi Perkuat Eksekusi Operasional

JAKARTA - PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA), anak perusahaan utama PT BUMA Internasional Grup Tbk (DOID), resmi melakukan perubahan susunan direksi dan komisaris. Efektif per 1 Januari 2026, Ronald Sutardja ditunjuk sebagai Direktur Utama menggantikan Indra Kanoena yang telah mengakhiri masa jabatannya.

Sebelum penunjukan ini, Ronald menjabat sebagai Komisaris Utama BUMA. Ronald pernah memimpin BUMA sebagai Direktur Utama pada periode 2014 hingga 2021, saat perusahaan mencatatkan kinerja operasional kuat dan memperluas basis klien serta jejak operasionalnya.

Ronald tetap terlibat aktif dalam merumuskan arah strategis BUMA. Ia memiliki pemahaman mendalam mengenai operasional, klien, dan sumber daya manusia perusahaan.

Fokus Kepemimpinan untuk Hadapi Tantangan Industri 2026

Manajemen BUMA menyatakan perubahan kepemimpinan dilakukan untuk mempertajam fokus pada eksekusi dan operasional. Hal ini dilakukan di tengah kondisi industri jasa pertambangan yang diprediksi menantang sepanjang 2026.

Sektor jasa pertambangan menghadapi kompleksitas operasional dan kondisi cuaca yang tidak menentu. Di Indonesia, tekanan untuk mencapai produktivitas tinggi serta keandalan layanan tetap intens dan membutuhkan manajemen yang solid.

"Dinamika ini menegaskan pentingnya eksekusi yang kuat pada ketahanan operasional serta pengelolaan kontrak yang disiplin," tulis Manajemen BUMA dalam keterbukaan informasi pada Jumat, 2 Januari 2026.

Meskipun BUMA beroperasi dengan fondasi yang solid, perusahaan mengambil langkah proaktif memperkuat kepemimpinan. Tujuannya adalah mendukung eksekusi lebih konsisten dalam situasi industri yang menantang.

Penyelarasan Strategis Antara Dewan Komisaris dan Direksi

Penunjukan Ronald mencerminkan fokus Dewan Komisaris dalam memperkuat disiplin eksekusi. Hal ini sekaligus memastikan keselarasan yang lebih erat antara Grup dengan unit-unit bisnis operasionalnya.

Selain Direktur Utama, Dewan Komisaris juga menyetujui perubahan kepemimpinan lainnya. Langkah ini bertujuan memastikan kesinambungan, mempertahankan wawasan penting terkait operasional, dan menjaga stabilitas perusahaan.

Berikut susunan kepemimpinan BUMA efektif per 1 Januari 2026:
Dewan Komisaris: Komisaris Utama: Ashish Gupta, Komisaris Independen: Hamid Awaluddin, Komisaris Independen: Soemarno Witoro Soelarno.
Dewan Direksi: Direktur Utama: Ronald Sutardja, Wakil Direktur Utama: Nanang Rizal Achyar, Direktur: Silfanny Bahar.

Fokus BUMA pada Operasional Aman dan Stabil

Ke depan, BUMA tetap menitikberatkan fokus pada operasi yang aman dan andal. Perusahaan juga berkomitmen menjaga pemenuhan layanan yang konsisten bagi seluruh kliennya.

Selain itu, BUMA terus memperkuat fondasi perusahaan. Upaya ini diharapkan mendukung posisi BUMA tetap kuat dalam menghadapi tantangan industri jangka panjang.

Manajemen menegaskan bahwa restrukturisasi kepemimpinan merupakan bagian dari strategi navigasi industri. Perusahaan ingin memastikan BUMA mampu menghadapi tantangan dengan penuh percaya diri.

Langkah ini juga menunjukkan komitmen Dewan Komisaris untuk mendukung kinerja jangka panjang yang berkelanjutan. Fokus pada disiplin eksekusi menjadi kunci untuk menjaga stabilitas dan pertumbuhan.

BUMA menilai hubungan jangka panjang dengan klien menjadi salah satu prioritas utama. Dukungan dari mitra pendanaan, termasuk bank terkemuka di Indonesia serta pemegang obligasi dan sukuk, turut memperkuat posisi perusahaan.

Perubahan ini diharapkan membawa kesinambungan dalam pengambilan keputusan strategis. Hal ini penting untuk mengantisipasi ketidakpastian dalam sektor jasa pertambangan.

Tantangan industri yang kompleks menuntut kepemimpinan yang adaptif dan berpengalaman. Ronald dianggap mampu menggabungkan pengalaman masa lalu dengan strategi baru untuk menghadapi situasi industri 2026.

Manajemen menekankan pentingnya eksekusi yang disiplin. Pengelolaan kontrak dan ketahanan operasional menjadi fokus utama untuk mempertahankan keandalan layanan.

Restrukturisasi ini juga menunjukkan kesiapan BUMA menghadapi kondisi pasar yang fluktuatif. Perusahaan ingin memastikan semua unit operasional bekerja selaras dengan strategi grup.

BUMA menekankan bahwa langkah ini bukan hanya soal pergantian posisi, tetapi bagian dari strategi bisnis jangka panjang. Penyelarasan kepemimpinan diharapkan meningkatkan efektivitas dan responsivitas perusahaan.

Dewan Komisaris memandang perubahan sebagai kesempatan memperkuat sinergi internal. Hal ini penting untuk memastikan eksekusi yang konsisten di lapangan.

Kepemimpinan yang baru diharapkan memperkuat koordinasi antara unit bisnis dan mendukung operasional yang lebih tangguh. Strategi ini juga relevan untuk menghadapi tekanan produktivitas dan tantangan cuaca ekstrem.

Perusahaan menegaskan tetap berfokus pada keselamatan, keandalan, dan pemenuhan layanan klien. Langkah ini memastikan BUMA tetap menjadi mitra terpercaya dalam industri pertambangan.

Manajemen BUMA menutup pernyataan dengan menekankan posisi perusahaan untuk masa depan. “Perubahan ini mempertegas komitmen Dewan Komisaris BUMA untuk menavigasi tantangan industri dengan penuh percaya diri, guna memastikan BUMA berada dalam posisi yang kuat untuk mencapai kinerja jangka panjang yang berkelanjutan,” jelas manajemen.

Terkini