JAKARTA - Gaya hidup modern membuat minuman jus dalam kemasan semakin mudah ditemui di rak minimarket maupun di media sosial. Banyak orang mengonsumsinya dengan anggapan sebagai pilihan sehat yang praktis untuk menunjang aktivitas harian.
Namun, tidak sedikit yang belum menyadari bahwa sebagian besar jus kemasan justru mengandung gula tersembunyi dalam jumlah tinggi. Kandungan tersebut tidak memberikan manfaat optimal bagi tubuh jika dikonsumsi berlebihan.
Tren minuman instan yang diklaim sehat kerap membuat konsumen lengah terhadap komposisi sebenarnya. Padahal, kebiasaan mengonsumsi minuman tinggi gula dapat berdampak buruk bagi kesehatan jangka panjang.
Dokter spesialis gastroenterologi yang berbasis di California, Dr. Saurabh Sethi, menyarankan agar masyarakat lebih bijak memilih minuman. Ia menyebut membuat jus segar di rumah dengan bahan-bahan alami jauh lebih baik bagi kesehatan tubuh.
Menurut siaran Hindustan Times pada Kamis, 5 Februari 2026 waktu setempat, Sethi melalui Instagram mengatakan bahwa minuman jeruk jahe dapat menjadi pilihan yang layak untuk dicoba. Dokter yang memiliki pengalaman terlatih dari Universitas AIIMS, Harvard, dan Stanford itu mengatakan minuman tersebut dapat dibuat dari tiga bahan utama yakni wortel, jeruk, dan jahe segar.
Pilihan bahan ini bukan tanpa alasan karena semuanya merupakan makanan utuh dengan manfaat yang telah diteliti dengan baik. Kombinasi ketiganya juga menghasilkan rasa segar yang mudah diterima oleh banyak orang.
Selain praktis, minuman ini juga bisa dijadikan alternatif bagi mereka yang ingin mengurangi konsumsi gula tambahan. Dengan bahan alami, tubuh tetap mendapatkan nutrisi tanpa harus mengandalkan produk kemasan.
Kenapa Jus Segar Lebih Baik Dibanding Jus Kemasan
Minuman jus kemasan sering dipromosikan sebagai minuman sehat yang kaya vitamin. Namun, banyak di antaranya telah melalui proses pengolahan yang mengurangi nilai gizi aslinya.
Proses tersebut juga sering disertai penambahan gula, pemanis buatan, atau pengawet. Hal ini membuat kandungan kalorinya meningkat tanpa memberikan manfaat nutrisi yang sebanding.
Sebaliknya, jus segar yang dibuat di rumah memungkinkan seseorang mengontrol langsung bahan yang digunakan. Dengan demikian, kandungan nutrisi tetap terjaga tanpa tambahan zat yang tidak dibutuhkan tubuh.
Dr. Sethi menekankan bahwa bahan alami utuh memberikan manfaat yang lebih optimal dibanding produk olahan. Hal ini karena nutrisi seperti vitamin, mineral, dan antioksidan tetap berada dalam kondisi terbaiknya.
Menurutnya, minuman jeruk jahe berbahan wortel, jeruk, dan jahe segar merupakan contoh kombinasi sederhana namun efektif. Ia mengatakan, “Semuanya adalah makanan utuh dengan manfaat yang telah diteliti dengan baik.”
Pilihan ini juga cocok bagi mereka yang ingin menjaga sistem pencernaan tetap sehat. Selain itu, kombinasi bahan tersebut mendukung sistem kekebalan tubuh secara alami.
Minuman alami juga lebih fleksibel karena bisa dikonsumsi kapan saja sesuai kebutuhan. Baik sebagai minuman pagi hari maupun sebagai penyegar di tengah aktivitas padat.
Dengan membuat sendiri di rumah, risiko mengonsumsi gula berlebih juga dapat diminimalkan. Hal ini menjadi langkah kecil namun signifikan dalam menjaga pola makan yang lebih sehat.
Cara Membuat Minuman Jeruk Jahe ala Dr. Sethi
Proses pembuatan minuman jeruk jahe ini terbilang mudah dan tidak membutuhkan peralatan khusus. Semua bahan dapat ditemukan dengan mudah di pasar tradisional maupun supermarket.
Dr. Sethi menjelaskan bahwa langkah pertama adalah mengupas dan memotong kecil-kecil dua wortel ukuran sedang. Wortel ini menjadi salah satu sumber utama nutrisi dalam minuman tersebut.
Setelah itu, belah jeruk menjadi dua bagian untuk memudahkan proses perasan. Jeruk yang digunakan sebaiknya dalam kondisi segar agar rasa dan kandungan vitaminnya tetap optimal.
Langkah berikutnya adalah mencincang jahe segar sekitar setengah hingga satu inci. Jahe ini berfungsi memberikan rasa hangat sekaligus manfaat kesehatan tambahan.
Setelah semua bahan siap, peras atau blender bahan-bahan tersebut menggunakan air secukupnya, lalu saring. Cara ini menghasilkan tekstur minuman yang lebih halus dan mudah diminum.
Resep ini menghasilkan tiga hingga empat minuman kecil. Masing-masing porsi berukuran sekitar 30 hingga 50 ml.
Minuman ini dapat dikonsumsi langsung setelah dibuat. Selain itu, minuman juga bisa disimpan di lemari es hingga tiga hari.
Jika ingin digunakan lebih lama, minuman ini bisa dibekukan dan dicairkan sesuai kebutuhan. Cara ini memudahkan persiapan tanpa harus membuat ulang setiap hari.
Kemudahan proses pembuatan ini menjadikan minuman jeruk jahe cocok untuk gaya hidup modern. Selain sehat, waktu yang dibutuhkan juga relatif singkat.
Manfaat Kesehatan dari Wortel, Jeruk, dan Jahe
Wortel menyediakan beta-karoten, antioksidan yang ampuh, dan mendukung fungsi sistem kekebalan tubuh. Selain itu, zat ini juga penting untuk menjaga kesehatan mata dan kulit.
Jeruk merupakan sumber vitamin C dan flavonoid yang kaya. Flavonoid adalah sekelompok senyawa yang ditemukan dalam produk tumbuhan, yang memiliki sifat antioksidan dan dapat menurunkan risiko serangan jantung atau stroke.
Kombinasi vitamin C dan flavonoid membuat jeruk menjadi salah satu buah paling populer dalam menu kesehatan. Kandungan ini juga membantu melawan peradangan dalam tubuh.
Adapun jahe segar mengandung gingerol, yang mendukung pencernaan. Menurut sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal “Advances in Experimental Medicine and Biology” menunjukkan sifat antioksidan, anti-tumor, dan anti-inflamasi.
Dengan menggabungkan wortel, jeruk, dan jahe, minuman ini menawarkan manfaat berlapis dalam satu sajian. Setiap bahan saling melengkapi untuk mendukung fungsi tubuh secara keseluruhan.
Selain membantu pencernaan, minuman ini juga dapat meningkatkan energi secara alami. Efek segarnya membuat tubuh terasa lebih ringan dan segar setelah dikonsumsi.
Minuman ini juga cocok dikonsumsi sebagai pendamping pola makan sehat. Namun, tetap perlu diperhatikan porsi dan frekuensi konsumsinya.
Catatan Penting dalam Mengonsumsi Minuman Fungsional
Meski memiliki banyak manfaat, Dr. Sethi memperingatkan bahwa pembuatan minuman penunjang pencernaan ini menghilangkan sebagian besar kandungan serat dari makanan. Hal ini terjadi karena proses penyaringan memisahkan ampas dari cairannya.
Serat merupakan komponen penting yang membantu menjaga kesehatan sistem pencernaan. Oleh karena itu, minuman ini harus dikonsumsi dalam porsi kecil sebagai minuman fungsional dan tidak boleh dianggap sebagai pengganti makanan.
Ia juga menekankan pentingnya tetap mengonsumsi buah dan sayur dalam bentuk utuh. Cara ini memastikan tubuh mendapatkan manfaat serat secara optimal.
Konsumsi minuman sehat tetap harus diimbangi dengan pola makan seimbang. Hal ini mencakup asupan karbohidrat, protein, lemak sehat, vitamin, dan mineral yang cukup.
Minuman jeruk jahe dapat dijadikan sebagai tambahan dalam rutinitas harian. Namun, tidak disarankan untuk menggantikan waktu makan utama dengan minuman ini.
Dengan pemahaman yang tepat, minuman fungsional seperti ini dapat memberikan manfaat maksimal. Kunci utamanya adalah konsumsi dalam jumlah wajar dan sebagai bagian dari pola hidup sehat.
Kesadaran terhadap kandungan gula dalam jus kemasan menjadi langkah awal yang penting. Dengan beralih ke minuman buatan sendiri, kontrol terhadap asupan nutrisi menjadi lebih baik.
Langkah kecil seperti membuat jus segar di rumah dapat memberikan dampak positif jangka panjang. Tubuh akan terbiasa dengan rasa alami tanpa ketergantungan pada pemanis buatan.
Pada akhirnya, pilihan minuman sehat bukan hanya soal tren, tetapi tentang menjaga kualitas hidup. Minuman jeruk jahe ala Dr. Sethi menjadi salah satu contoh sederhana yang bisa diterapkan sehari-hari.
Dengan bahan mudah didapat, proses pembuatan praktis, dan manfaat yang jelas, minuman ini layak menjadi alternatif dari jus kemasan. Kesadaran konsumen terhadap pentingnya bahan alami diharapkan terus meningkat seiring waktu.