5 Ide Bisnis Rumahan Modal Kecil Paling Laris dan Menguntungkan Saat Ramadan 2026

Selasa, 10 Februari 2026 | 11:33:15 WIB
5 Ide Bisnis Rumahan Modal Kecil Paling Laris dan Menguntungkan Saat Ramadan 2026

JAKARTA - Menjelang Ramadan 2026, banyak orang mulai memikirkan cara menambah pemasukan tanpa harus keluar rumah. Momentum bulan puasa dikenal sebagai waktu emas bagi bisnis rumahan karena kebutuhan masyarakat meningkat signifikan.

Kebutuhan untuk sahur, berbuka puasa, hingga persiapan Lebaran membuat berbagai peluang usaha terbuka lebar. Kondisi ini sangat cocok dimanfaatkan oleh pelaku usaha pemula yang memiliki modal terbatas.

Bulan Ramadan sering disebut sebagai periode terbaik untuk memulai usaha kecil. Hal ini karena aktivitas konsumsi masyarakat meningkat, baik untuk kebutuhan pribadi maupun berbagi dengan sesama.

Dengan strategi yang tepat, bisnis rumahan bisa meraih keuntungan signifikan meskipun dimulai dengan modal kecil. Kunci utamanya adalah memahami kebutuhan pasar dan menawarkan produk yang relevan.

Banyak pelaku UMKM memanfaatkan momen ini untuk memperkenalkan produk baru. Ramadan juga menjadi waktu yang tepat untuk membangun loyalitas pelanggan sejak awal.

Selain makanan dan minuman, berbagai produk pendukung ibadah dan Lebaran juga mengalami lonjakan permintaan. Oleh karena itu, pelaku usaha perlu jeli membaca peluang yang ada.

Dengan perencanaan matang, bisnis rumahan tidak hanya menghasilkan cuan musiman. Bahkan, usaha yang dirintis saat Ramadan bisa berkembang menjadi sumber penghasilan jangka panjang.

Berikut ini beberapa ide bisnis rumahan menguntungkan saat bulan Ramadan yang bisa dijalankan dengan modal kecil. Setiap ide dilengkapi estimasi biaya, potensi keuntungan, dan tips memulai usaha.

Peluang Usaha Takjil dan Makanan Sahur

Usaha takjil siap saji menjadi salah satu bisnis rumahan paling populer saat Ramadan. Takjil selalu dicari menjelang waktu berbuka puasa oleh masyarakat dari berbagai kalangan.

Menu takjil yang laris antara lain kurma, kolak, es buah, bubur sumsum, hingga aneka gorengan. Semua menu tersebut relatif mudah dibuat dan memiliki bahan baku yang mudah didapat.

Estimasi biaya modal awal usaha takjil berkisar antara Rp500.000 hingga Rp1.000.000 untuk bahan baku dan wadah. Dengan perencanaan tepat, modal ini sudah cukup untuk memulai usaha skala kecil.

Potensi profit dari usaha takjil cukup besar dengan margin keuntungan mencapai 50 hingga 100 persen. Besarnya margin tergantung pada jenis menu dan harga jual yang ditetapkan.

Tips memulai usaha takjil adalah memilih lokasi strategis seperti dekat masjid atau area ramai. Selain itu, membuat varian takjil unik dan promosi lewat media sosial dapat meningkatkan penjualan.

Selain takjil, jualan makanan sahur juga memiliki peluang besar saat Ramadan. Banyak orang memilih makanan praktis karena tidak sempat memasak di dini hari.

Menu makanan sahur yang banyak diminati antara lain nasi kuning, lontong sayur, nasi uduk, dan martabak mini. Menu-menu tersebut mudah dikemas dan cocok untuk sistem pre-order.

Estimasi biaya modal awal untuk usaha makanan sahur berkisar Rp700.000 hingga Rp1.500.000. Modal ini mencakup bahan pokok, bumbu, dan kemasan.

Potensi profit dari makanan sahur cukup menjanjikan dengan harga jual Rp15.000 hingga Rp30.000 per porsi. Dalam sehari, omzet bisa mencapai ratusan ribu rupiah jika penjualan stabil.

Tips memulai usaha makanan sahur adalah menerapkan sistem pre-order agar tidak terjadi overstock. Selain itu, menjaga kualitas rasa dan kebersihan menjadi faktor utama untuk mempertahankan pelanggan.

Bisnis Minuman Segar dan Produk Ramadan

Bisnis minuman segar juga menjadi primadona saat Ramadan karena kebutuhan cairan meningkat setelah berpuasa seharian. Minuman dingin menjadi pilihan favorit saat berbuka puasa.

Jenis minuman yang laris antara lain es kelapa muda, es campur, jus buah, dan es teh. Permintaan tertinggi biasanya datang dari lokasi dengan aktivitas luar ruang yang ramai.

Estimasi biaya modal awal usaha minuman segar berkisar Rp600.000 hingga Rp1.200.000. Modal tersebut mencakup peralatan sederhana serta bahan baku awal.

Potensi profit margin dari usaha minuman segar bisa mencapai 60 hingga 100 persen. Besarnya keuntungan bergantung pada variasi menu dan harga jual yang diterapkan.

Tips memulai bisnis minuman segar adalah menggunakan buah segar berkualitas. Selain itu, perhatikan kebersihan serta tampilan display agar menarik perhatian pelanggan.

Selain makanan dan minuman, perlengkapan Ramadan dan Lebaran juga mengalami lonjakan permintaan. Produk-produk ini banyak dicari menjelang Idul Fitri.

Perlengkapan yang diminati antara lain sajadah, mukena, Al-Qur’an saku, hingga pakaian muslim. Produk ini cocok dijual secara offline maupun online.

Estimasi biaya modal awal usaha perlengkapan Ramadan berkisar Rp800.000 hingga Rp1.500.000. Modal tersebut digunakan untuk membeli stok awal produk.

Potensi profit dari penjualan perlengkapan Ramadan cukup menarik dengan markup 30 hingga 50 persen. Keuntungan bisa meningkat jika produk memiliki desain unik atau kualitas premium.

Tips memulai bisnis ini adalah fokus pada barang berkualitas dan desain menarik. Penjualan melalui marketplace atau e-commerce dapat memperluas jangkauan pasar secara signifikan.

Parcel Ramadan dan Kue Lebaran

Parcel Ramadan menjadi tradisi populer sebagai hadiah atau bingkisan saat buka bersama maupun menjelang Lebaran. Parcel biasanya berisi makanan, minuman, atau perlengkapan ibadah.

Permintaan parcel meningkat drastis di pertengahan hingga akhir Ramadan. Hal ini membuka peluang besar bagi bisnis rumahan yang ingin menawarkan produk custom gift.

Estimasi biaya modal awal usaha parcel Ramadan berkisar Rp1.000.000 hingga Rp2.500.000 tergantung isi parcel. Modal ini mencakup produk isi parcel serta kemasan dan dekorasi.

Potensi profit dari usaha parcel cukup besar dengan markup 40 hingga 100 persen. Keuntungan biasanya lebih tinggi untuk parcel premium dengan kemasan eksklusif.

Tips memulai bisnis parcel Ramadan adalah membuat pilihan paket sesuai segmentasi konsumen. Paket dapat dibagi menjadi kelas ekonomis, menengah, hingga premium sesuai kebutuhan pasar.

Selain parcel, kue Lebaran juga menjadi produk yang selalu dicari menjelang Idul Fitri. Banyak orang memilih membeli kue jadi daripada membuat sendiri di rumah.

Jenis kue yang laris antara lain nastar, kastengel, putri salju, dan lidah kucing. Kue-kue ini memiliki permintaan stabil setiap tahunnya saat Ramadan.

Estimasi biaya modal awal usaha kue Lebaran bervariasi tergantung skala produksi. Namun, dengan modal kecil, produksi rumahan tetap dapat dijalankan secara efektif.

Potensi keuntungan dari kue Lebaran cukup besar karena harga jual per toples relatif tinggi. Dengan kualitas rasa yang konsisten, pelanggan biasanya melakukan repeat order.

Tips memulai usaha kue Lebaran adalah menerima pre-order sejak awal Ramadan. Hal ini membantu mengatur produksi dan menghindari kelebihan stok.

Strategi Sukses Menjalankan Bisnis Rumahan di Bulan Ramadan

Bulan Ramadan menawarkan peluang emas bagi siapa pun yang ingin memulai usaha rumahan. Permintaan yang tinggi membuat produk mudah terjual jika tepat sasaran.

Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memilih jenis usaha sesuai minat dan kemampuan. Hal ini akan memudahkan proses produksi dan menjaga kualitas produk.

Selanjutnya, lakukan perhitungan modal dan harga jual dengan cermat. Pastikan harga tetap terjangkau namun tetap memberikan margin keuntungan yang layak.

Promosi menjadi faktor penting dalam meningkatkan penjualan selama Ramadan. Media sosial seperti WhatsApp, Instagram, dan Facebook dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Selain promosi online, penjualan offline di lokasi strategis juga efektif. Area dekat masjid, perkantoran, dan pusat keramaian biasanya memiliki potensi pembeli besar.

Menjaga kualitas rasa, kebersihan, dan pelayanan adalah kunci mempertahankan pelanggan. Kepuasan pelanggan akan mendorong promosi dari mulut ke mulut secara alami.

Kemasan produk juga berperan besar dalam menarik perhatian konsumen. Kemasan yang rapi dan menarik dapat meningkatkan nilai jual produk.

Sistem pre-order sangat disarankan untuk bisnis makanan dan minuman. Cara ini membantu mengatur produksi agar tidak terjadi pemborosan bahan baku.

Selain itu, fleksibilitas dalam menerima pesanan custom juga dapat menjadi nilai tambah. Konsumen cenderung menyukai layanan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Dengan perencanaan matang, bisnis rumahan bisa dijalankan meski dengan modal terbatas. Yang terpenting adalah konsistensi dan kesungguhan dalam menjalankan usaha.

Momentum Ramadan tidak hanya memberikan keuntungan finansial. Bulan ini juga menjadi kesempatan membangun relasi dengan pelanggan secara lebih personal.

Jika dikelola dengan baik, usaha yang dimulai saat Ramadan bisa berlanjut setelah bulan puasa berakhir. Bahkan, usaha tersebut dapat berkembang menjadi bisnis jangka panjang.

Berbagai ide bisnis rumahan seperti takjil, makanan sahur, minuman segar, perlengkapan Ramadan, hingga parcel dan kue Lebaran terbukti memiliki pasar besar. Setiap ide menawarkan peluang cuan dengan risiko yang relatif rendah.

Dengan memilih salah satu dari lima ide bisnis rumahan ini, siapa pun dapat memulai usaha meski dengan modal kecil. Kunci suksesnya terletak pada kreativitas, konsistensi, dan strategi pemasaran yang tepat.

Ramadan 2026 menjadi momentum terbaik untuk mencoba peruntungan di dunia usaha. Dengan langkah sederhana dan perencanaan matang, peluang cuan bisa diraih sejak hari pertama puasa.

Terkini