JAKARTA - Memasuki bulan puasa Ramadan, kurma menjadi hidangan yang selalu hadir di meja berbuka. Buah ini tidak hanya manis dan lezat, tetapi juga kaya nutrisi yang mendukung kesehatan tubuh secara menyeluruh.
Kurma dikenal sebagai salah satu buah tertua di dunia yang paling banyak dibudidayakan di Timur Tengah. Rasanya yang manis dan daging buahnya yang lembut membuat kurma menjadi favorit semua kalangan, termasuk sebagai oleh-oleh haji dan umrah.
Menjaga Sistem Pencernaan
Buah kurma memiliki serat tinggi dan karbohidrat kompleks yang bermanfaat bagi saluran cerna. Konsumsi kurma dapat melancarkan pencernaan sekaligus mencegah sembelit.
Selain itu, kurma membantu menjaga keseimbangan bakteri baik (probiotik) dalam usus. Dengan begitu, kesehatan sistem pencernaan tetap optimal dan risiko penyakit dapat diminimalkan.
Mencegah Anemia dan Mendukung Pembentukan Sel Darah
Kurma mengandung zat besi yang penting untuk produksi sel darah merah dan hemoglobin. Nutrisi ini membantu mencegah anemia serta menjaga tubuh tetap fit dan berenergi.
Vitamin B6 dan seng dalam kurma juga berperan mendukung fungsi hemoglobin. Kombinasi nutrisi tersebut membuat kurma aman dan bermanfaat untuk dikonsumsi setiap hari, termasuk selama Ramadan.
Melawan Pertumbuhan Sel Kanker
Kurma mengandung antioksidan alami, termasuk fenolik dan flavonoid. Kandungan ini berpotensi mencegah pertumbuhan sel kanker, seperti pada usus besar, paru-paru, dan pankreas.
Meskipun manfaat ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut, konsumsi kurma secara rutin diyakini dapat memberikan perlindungan tambahan. Antioksidan dalam kurma juga membantu tubuh melawan radikal bebas penyebab kerusakan sel.
Mengontrol Kadar Gula Darah dan Tekanan Darah
Meskipun rasanya manis, kurma memiliki indeks glikemik rendah. Hal ini membuat buah ini aman untuk dikonsumsi penderita diabetes karena tidak memicu lonjakan gula darah.
Kurma juga kaya kalium, serat, dan antioksidan yang mendukung pengendalian tekanan darah. Kandungan natrium yang rendah membuatnya cocok bagi orang yang menderita hipertensi.
Mendukung Kesehatan Ibu Hamil dan Janin
Konsumsi kurma selama kehamilan memberikan asupan nutrisi penting seperti vitamin, mineral, protein, dan antioksidan. Buah ini juga menambah energi sehingga ibu hamil tidak mudah lelah selama aktivitas sehari-hari.
Rutin mengonsumsi kurma menjelang persalinan terbukti dapat mempercepat proses persalinan normal. Selain itu, nutrisi kurma mendukung tumbuh kembang janin agar terhindar dari cacat bawaan atau lahir prematur.
Menjaga Kesehatan Tulang dan Mata
Kurma mengandung fosfor, kalium, kalsium, dan magnesium yang bermanfaat bagi tulang. Nutrisi ini membantu mencegah osteoporosis dan menjaga kekuatan tulang seiring bertambahnya usia.
Antioksidan dalam kurma juga melindungi sel-sel mata dari kerusakan oksidatif. Dengan begitu, risiko katarak dan degenerasi makula terkait usia dapat berkurang.
Meningkatkan Energi dengan Cepat
Kandungan fruktosa alami dalam kurma mudah diserap tubuh. Hal ini membuat kurma efektif sebagai sumber energi instan, misalnya setelah berolahraga atau saat berbuka puasa.
Konsumsi kurma secara cukup, yaitu sekitar empat biji per hari, dapat memberikan manfaat optimal. Buah ini menjadi pilihan praktis untuk memenuhi kebutuhan energi sambil menjaga kesehatan secara menyeluruh.
Dengan berbagai manfaat tersebut, kurma bukan hanya sekadar hidangan manis saat Ramadan. Konsumsi rutin kurma dapat mendukung pencernaan, mencegah anemia, menjaga tekanan darah, melindungi organ reproduksi, meningkatkan energi, dan menjaga kesehatan tulang serta mata.