Putri Zulhas Ungkap Strategi Optimalisasi Potensi Cadangan Panas Bumi Di Indonesia

Sabtu, 14 Februari 2026 | 09:59:44 WIB
Putri Zulhas Ungkap Strategi Optimalisasi Potensi Cadangan Panas Bumi Di Indonesia

JAKARTA - Indonesia kembali diingatkan akan kekayaan alamnya yang luar biasa, khususnya di sektor energi baru terbarukan (EBT).

Dalam sebuah kesempatan terbaru, Futri Zulya Savitri, atau yang akrab disapa Putri Zulhas, menyoroti besarnya cadangan panas bumi (geothermal) yang dimiliki tanah air namun belum tergarap secara maksimal. Sebagai negara yang berada di jalur cincin api (ring of fire), Indonesia memiliki modal besar untuk menjadi pemimpin energi hijau dunia jika pengelolaan sumber daya ini dilakukan dengan strategi yang tepat dan berkelanjutan.

Pernyataan ini muncul di tengah dorongan global untuk melakukan transisi energi guna mencapai target net zero emission. Putri menekankan bahwa panas bumi adalah solusi krusial bagi ketahanan energi nasional karena sifatnya yang stabil dan tidak bergantung pada cuaca, berbeda dengan energi surya atau angin. Berikut adalah ulasan mendalam mengenai pandangan beliau terkait masa depan energi hijau di Indonesia.

Potensi Raksasa Panas Bumi Indonesia Sebagai Pilar Ekonomi Hijau

Indonesia diketahui menyimpan sekitar 40% dari total cadangan panas bumi dunia. Namun, Putri Zulhas mencatat bahwa pemanfataannya hingga saat ini masih di bawah potensi yang ada. Dengan estimasi cadangan mencapai puluhan gigawatt, sektor ini seharusnya bisa menjadi tulang punggung penyediaan listrik nasional yang bersih dan murah dalam jangka panjang. Investasi di bidang ini tidak hanya tentang energi, tetapi juga tentang menciptakan lapangan kerja baru bagi tenaga kerja lokal.

Lebih lanjut, Putri menjelaskan bahwa pengembangan panas bumi dapat meningkatkan kemandirian energi daerah. Banyak titik potensi panas bumi yang terletak di wilayah terpencil, sehingga pembangunannya dapat memicu pertumbuhan ekonomi di pelosok nusantara. Transformasi ini dianggap sebagai langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil yang harganya fluktuatif di pasar internasional.

Tantangan Investasi Dan Teknologi Dalam Pengembangan Geothermal Nasional

Meski memiliki potensi melimpah, Putri tidak menampik adanya tantangan besar dalam pengembangan panas bumi, terutama terkait biaya eksplorasi yang tinggi di awal. Menurutnya, dibutuhkan sinergi antara pemerintah dan sektor swasta untuk menciptakan iklim investasi yang lebih menarik. Penyederhanaan regulasi dan kepastian hukum menjadi faktor kunci agar para investor global bersedia menanamkan modalnya dalam proyek-proyek strategis panas bumi di Indonesia.

Selain masalah finansial, penguasaan teknologi juga menjadi aspek penting. Putri mendorong adanya alih teknologi agar putra-putri bangsa mampu mengelola pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) secara mandiri di masa depan. Dukungan riset dan pengembangan dari akademisi serta inovasi dari pelaku industri harus berjalan selaras agar efisiensi produksi energi semakin meningkat dari tahun ke tahun.

Komitmen Pelestarian Lingkungan Di Sekitar Area Pembangkit Listrik

Satu poin krusial yang ditegaskan oleh Putri Zulhas adalah pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan ekosistem di sekitar lokasi proyek panas bumi. Karena sumber energi ini seringkali berada di kawasan hutan atau pegunungan, pendekatan yang digunakan haruslah ramah lingkungan. Pengembangan panas bumi harus mampu hidup berdampingan dengan alam tanpa merusak keanekaragaman hayati yang ada di sekitarnya.

Pelibatan masyarakat adat dan penduduk lokal dalam setiap tahap pengembangan proyek juga menjadi prioritas. Putri berharap agar keberadaan PLTP membawa manfaat langsung bagi warga sekitar melalui program pemberdayaan dan pembangunan infrastruktur desa. Dengan pendekatan yang humanis dan ekologis, panas bumi diharapkan menjadi berkah bagi lingkungan sekaligus penggerak kesejahteraan bagi masyarakat luas.

Poin Utama Strategi Pengembangan Panas Bumi Menurut Putri Zulhas

Berikut adalah rangkuman poin-poin strategis yang ditekankan untuk mempercepat transisi energi di sektor panas bumi:

Optimalisasi Cadangan: Mengakselerasi pemanfaatan potensi 40% panas bumi dunia yang ada di Indonesia.

Insentif Investasi: Mempermudah regulasi bagi investor untuk masuk ke sektor energi baru terbarukan.

Kemandirian Energi: Mengurangi ketergantungan pada batu bara dan minyak bumi secara bertahap.

Edukasi Masyarakat: Memberikan pemahaman bahwa panas bumi adalah energi yang bersih dan aman bagi lingkungan.

Kolaborasi Global: Memperkuat kerjasama internasional dalam hal pendanaan hijau dan teknologi terbaru.

Visi yang disampaikan oleh Putri Zulhas ini memberikan gambaran optimis bagi masa depan energi Indonesia. Jika dikelola dengan baik, panas bumi bukan lagi sekadar potensi yang terpendam di perut bumi, melainkan akan menjadi kekuatan utama yang menerangi Indonesia secara berkelanjutan. Langkah ini sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam kancah diplomasi iklim global sebagai negara yang serius dalam melakukan transisi ke energi bersih.

Terkini