JAKARTA - PT Hutama Karya (Persero) mencatat lebih dari 3,3 juta kendaraan melintasi Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) selama periode mudik dan balik Lebaran 2026. Dari total tersebut, 3,16 juta kendaraan tercatat di ruas tol operasional dan lebih dari 173 ribu kendaraan di ruas tol fungsional.
Direktur Operasi III Hutama Karya, Iwan Hermawan, mengatakan bahwa trafik ruas tol operasional meningkat 84% dibanding Volume Lalu Lintas (VLL) normal. Hal ini menunjukkan JTTS semakin menjadi pilihan utama masyarakat karena menawarkan perjalanan yang lebih efisien dan nyaman.
Puncak Arus Lalu Lintas dan Pengelolaan Operasional
Puncak arus mudik terjadi pada 18 Maret 2026 dengan total lebih dari 194 ribu kendaraan. Sementara puncak arus balik tercatat pada 23 Maret 2026, mencapai lebih dari 264 ribu kendaraan di seluruh ruas tol operasional dan fungsional.
Meski sempat terjadi kepadatan di Tol Palembang – Betung, Hutama Karya bergerak cepat dengan rekayasa lalu lintas bersama kepolisian dan instansi terkait. Upaya ini memastikan perjalanan tetap terkendali dan pengguna jalan aman sepanjang periode Lebaran.
Ruas Tol Operasional dan Fungsional yang Menjadi Andalan
Trafik tertinggi ruas tol operasional terjadi di Tol Kuala Tanjung – Tebing Tinggi – Parapat dengan total lebih dari 703 ribu kendaraan. Peningkatan tertinggi dibanding VLL normal dicatat di Tol Sigli – Banda Aceh sebesar 236%, menandai penggunaan ruas tol yang semakin luas oleh masyarakat.
Di ruas tol fungsional, Tol Sigli – Banda Aceh Seksi 1 dilintasi lebih dari 86 ribu kendaraan. Sedangkan Tol Palembang – Betung tercatat sebanyak lebih dari 86 ribu kendaraan, membantu mendistribusikan arus dan memberikan alternatif perjalanan lebih lancar.
Strategi Pelayanan dan Fasilitas untuk Pengguna Jalan
Hutama Karya menerapkan potongan tarif tol 30% pada periode arus mudik 15–17 Maret 2026 dan arus balik 26–28 Maret 2026 di tujuh ruas JTTS. Kebijakan ini membantu mendistribusikan arus kendaraan dan memberi nilai tambah bagi pengguna jalan.
Selain itu, perusahaan menyediakan co-working space di rest area JTTS untuk mendukung pengguna jalan yang bekerja fleksibel sesuai kebijakan Work From Anywhere. Langkah ini memadukan perjalanan mudik dengan kebutuhan profesional masyarakat modern.
Pemanfaatan Teknologi dan Sinergi Stakeholder
Hutama Karya mengoptimalkan penggunaan Intelligence Traffic System (ITS) dan layanan informasi digital terintegrasi. Sistem ini memantau kondisi lalu lintas 24 jam sehingga pengambilan keputusan dapat dilakukan secara cepat saat terjadi hambatan di lapangan.
Kelancaran layanan selama Lebaran 2026 juga didukung koordinasi lintas instansi, termasuk TNI-Polri, BPJT, Kementerian Pekerjaan Umum, dan Kementerian Perhubungan. Evaluasi dari penyelenggaraan tahun ini menjadi pijakan penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan JTTS ke depan.
Apresiasi dan Fokus Peningkatan Layanan
Hutama Karya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengguna jalan dan stakeholder yang mendukung kelancaran arus mudik dan balik. Perusahaan menegaskan komitmen menghadirkan jalan tol yang andal, aman, dan nyaman bagi masyarakat Sumatera.