PT Mitra Adiperkasa Catat Kinerja Gemilang di 2025 Berkat Strategi Brand dan Penjualan Cerdas

Selasa, 07 April 2026 | 09:06:06 WIB
PT Mitra Adiperkasa Catat Kinerja Gemilang di 2025 Berkat Strategi Brand dan Penjualan Cerdas

JAKARTA - PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) berhasil mencatat kenaikan pendapatan dan laba bersih sepanjang tahun 2025. Pendapatan bersih tercatat sebesar Rp 43,08 triliun, meningkat 13,86% secara tahunan dari Rp 37,83 triliun pada 2024.

Laba bersih perusahaan melonjak 26,22% yoy menjadi Rp 2,33 triliun, dibandingkan Rp 1,76 triliun pada tahun sebelumnya. VP Investor Relations, Corporate Communications, and Sustainability MAP Group, Ratih D. Gianda, menekankan pencapaian ini menunjukkan eksekusi disiplin di seluruh lini bisnis.

Dukungan Permintaan Pelanggan dan Momentum Produk Baru

Permintaan pelanggan tetap kuat sepanjang 2025 dan meningkat signifikan pada kuartal IV setelah peluncuran iPhone 17 pada pertengahan Oktober. “Momentum ini berlanjut hingga periode libur akhir tahun yang memperkuat pencapaian perusahaan meskipun tantangan makroekonomi masih ada,” kata Ratih.

Strategi ini terbukti mendongkrak penjualan selama musim libur, yang menjadi kontributor penting bagi pertumbuhan kuartalan. Penjualan kuartal IV-2025 tumbuh 24,5%, sementara laba bersih kuartal IV melonjak 106,9% secara kuartalan.

Optimalisasi Operasional dan Manajemen Brand

MAPI terus memperkuat operasional melalui optimisasi inventory management dan back-end process. Langkah ini menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan profitabilitas, sekaligus mendukung ekspansi terukur perusahaan.

Selain itu, portofolio brand diperluas dengan menghadirkan nama-nama global seperti Gianvito Rossi, Abercrombie & Fitch, Omorovicza, dan Atelier Rebul. Strategi ini bertujuan memperkuat hubungan antara brand dan pelanggan serta mengoptimalkan sinergi di seluruh segmen usaha.

Kontribusi Segmen Usaha dan Geografis

Penjualan ritel, termasuk merek Zara, Sports Station, dan Digimap, menjadi kontributor utama pertumbuhan MAPI. Segmen ini naik 20,3% yoy dan menyumbang 85,3% terhadap total pendapatan perusahaan.

Dari sisi geografis, Indonesia tetap menjadi pasar utama dengan pertumbuhan 13,9% yoy. Pasar internasional juga mencatatkan pertumbuhan solid 13,7% yoy, dengan Filipina menjadi yang paling agresif mencapai 23,7% yoy.

Margin dan Efisiensi Biaya

Meskipun margin laba kotor sedikit menurun, MAPI berhasil meningkatkan margin laba usaha (OPM) menjadi 9,3%. Peningkatan ini ditopang oleh pengelolaan biaya yang lebih efisien di seluruh rantai operasi perusahaan.

Dengan pencapaian tersebut, MAPI menunjukkan bahwa kombinasi strategi penjualan, optimisasi operasional, dan ekspansi brand berhasil menjaga kinerja keuangan tetap kuat. Analis menyarankan untuk membeli saham MAPI dengan target harga Rp 1.620 per saham, mengingat momentum positif yang berkelanjutan.

Terkini