Cinema XXI Lakukan Restrukturisasi Komisaris dan Strategi Tata Kelola Untuk Pertumbuhan Industri Film Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 09:06:09 WIB
Cinema XXI Lakukan Restrukturisasi Komisaris dan Strategi Tata Kelola Untuk Pertumbuhan Industri Film Nasional

JAKARTA - PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA) atau Cinema XXI melakukan perubahan susunan pengurus dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun buku 2025. Rapat ini digelar pada Senin, 6 April 2026, seiring pengunduran diri Mohammad Noor Rachman Soejoeti sebagai Komisaris Independen.

Manajemen CNMA menyampaikan bahwa penyesuaian ini bertujuan memperkuat tata kelola perusahaan. Langkah ini diharapkan mampu mendukung pertumbuhan dan kinerja operasional perusahaan secara berkelanjutan.

Dukungan Pemegang Saham dan Optimisme Manajemen

Direktur Utama CNMA, Suryo Suherman, menyatakan optimisme manajemen terhadap langkah ini. “Dengan dukungan pemegang saham serta penguatan tata kelola perusahaan, kami optimistis dapat terus menghadirkan pengalaman menonton terbaik sekaligus mendorong pertumbuhan industri film nasional,” ujar Suryo dalam siaran pers, Senin, 6 April 2026.

Keputusan perubahan ini tidak mempengaruhi susunan Direksi CNMA. Suryo Suherman tetap menjabat sebagai Direktur Utama, didampingi Arif Suherman, Tri Rudy Anitio, dan Dody Suhartono sebagai Direktur.

Perubahan pada Dewan Komisaris

Perubahan terjadi di jajaran Dewan Komisaris CNMA. Posisi Komisaris Independen yang sebelumnya dijabat Mohammad Noor Rachman Soejoeti kini kosong dalam susunan terbaru.

Susunan Dewan Komisaris CNMA saat ini adalah Ongki Wanadjati Dana sebagai Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen. Melia Suherman, Harris Lasmana, dan Sacheen Harris Lasmana tetap menjabat sebagai Komisaris, sementara Ariani Vidya Sofjan dan Edwin Surya Winarta menempati posisi Komisaris Independen.

Langkah Strategis untuk Keberlanjutan Kinerja

Manajemen menekankan bahwa perubahan ini merupakan langkah strategis. Tujuannya adalah memastikan penerapan prinsip tata kelola perusahaan yang baik sekaligus menjaga keberlanjutan kinerja perseroan.

Selain perubahan pengurus, RUPST juga menyetujui sejumlah agenda lain. Agenda tersebut meliputi pengesahan laporan tahunan dan laporan keuangan tahun buku 2025, menegaskan akuntabilitas dan transparansi CNMA.

Kinerja Keuangan Cinema XXI Tahun Buku 2025

Sepanjang 2025, CNMA mencatat pendapatan sebesar Rp5,9 triliun, meningkat 2,6% dibandingkan Rp5,7 triliun pada 2024. Laba bersih perseroan mencapai Rp776,2 miliar, dengan EBITDA sebesar Rp1,8 triliun, menunjukkan kinerja stabil di tengah persaingan industri hiburan.

Manajemen menilai pencapaian ini menjadi bukti bahwa strategi operasional dan penguatan tata kelola berjalan efektif. Dengan susunan pengurus yang baru, CNMA optimistis dapat memperkuat posisinya di pasar bioskop Indonesia dan mendukung pertumbuhan industri film nasional.

Terkini