Pentingnya Vaksin Kucing Beserta Jenis dan Panduan Jadwal Lengkapnya

Selasa, 04 Agustus 2026 | 02:49:32 WIB
Ilustrasi Kucing.

JAKARTA - Kucing memang dikenal sebagai hewan yang tangguh, namun jenis kucing ras, domestik, maupun campuran tetap berisiko terserang berbagai jenis penyakit akibat paparan virus dan bakteri.

Oleh sebab itu, pemberian vaksinasi menjadi salah satu langkah krusial yang tidak boleh diabaikan oleh para pemilik anabul.

Selain membantu membangun kekebalan tubuh, vaksinasi mampu menekan risiko infeksi penyakit berat hingga meminimalkan risiko kematian sewaktu kucing terpapar virus tertentu.

Melansir dari informasi Zoetis, vaksinasi bekerja melatih imun tubuh untuk mengenali penyakit tanpa harus merasakan infeksi terlebih dahulu sehingga antibodi perlawanan dapat terbentuk.

Langkah ini juga menurunkan risiko penularan penyakit mematikan seperti rabies yang tergolong zoonosis atau dapat menular ke manusia, sekaligus menghemat beban biaya pengobatan.

Dokter hewan umumnya menyarankan pemberian vaksin pertama saat anak kucing menginjak usia 6-8 minggu, tepat sewaktu antibodi dari induknya mulai menurun.

Prosedur vaksinasi kemudian diulang tiap 3-4 minggu hingga berusia 16-20 minggu, lalu dilanjutkan dengan vaksin booster satu tahun setelahnya sesuai anjuran medis.

Sebelum tindakan imunisasi dilakukan, dokter hewan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi fisik, riwayat medis, serta pemberian obat cacing pada kucing.

Merujuk data Hello Sehat, beberapa jenis vaksin yang umum diberikan di antaranya adalah vaksin kombinasi FVRCP untuk mencegah rhinotracheitis, calicivirus, dan panleukopenia.

Selain itu terdapat pula vaksin Rabies, vaksin Feline Leukemia Virus (FeLV), serta vaksin noninti seperti Chlamydophila felis dan Bordetella untuk menangani infeksi spesifik.

Jadwal vaksinasi ideal diawali pada usia 6-8 minggu (FVRCP dan FeLV), dilanjutkan usia 10-12 minggu (dosis lanjutan), usia 14-16 minggu (FVRCP, Rabies, FeLV), serta booster di atas usia 1 tahun.

Penetapan jadwal tersebut dapat disesuaikan kembali berdasarkan pertimbangan riwayat kesehatan, kondisi lingkungan tempat tinggal, dan tingkat risiko paparan pada masing-masing kucing.

Terkini