Kenali 4 Ciri Kucing Stres yang Wajib Diwaspadai Pemilik Hewan

Rabu, 12 Agustus 2026 | 03:33:01 WIB
Ilustrasi Kucing.

JAKARTA - Hewan kucing dikenal sangat sensitif terhadap dinamika perubahan lingkungan sekitar. Berbagai situasi yang terkesan biasa bagi manusia rupanya dapat menjadi pemicu stres yang serius bagi anabul.

Kehadiran tamu baru, kedatangan hewan peliharaan lain, anggota keluarga baru, hingga renovasi serta suara bising dapat mengganggu rutinitas harian kucing. Jika terjadi berkelanjutan, kondisi ini berdampak negatif pada kesehatan fisik maupun perilaku kucing.

Kucing memang tidak bisa mengungkapkan kecemasannya secara lisan, namun pemilik dapat mengidentifikasinya lewat perubahan kebiasaan harian.

Tanda pertama yang paling mudah diamati adalah perubahan pola makan dan minum. Kucing yang tertekan dapat kehilangan nafsu makan atau justru makan berlebihan, yang terkadang disertai gejala muntah serta diare.

"Jika kucing tidak mau makan atau minum dalam waktu tertentu, sebaiknya jangan langsung menganggap penyebabnya hanya stres. Pemeriksaan oleh dokter hewan diperlukan untuk memastikan kondisi yang mendasarinya."

Tanda kedua terletak pada perubahan pola tidur dan aktivitas. Kucing bisa menjadi tampak lesu dan tidur terus-menerus, atau sebaliknya menjadi gelisah, mondar-mandir, hingga menarik diri dari interaksi.

Tanda ketiga ditunjukkan lewat perilaku agresif atau tindakan merusak. Kucing tenang dapat mendadak mendesis, menggeram, mencakar furnitur secara berlebihan, hingga buang air di luar kotak pasir.

Tanda keempat adalah kebiasaan menjilati tubuh (grooming) yang berlebihan. Perilaku menjilat area tubuh secara terus-menerus ini dapat menyebabkan rontoknya bulu hingga memicu luka pada kulit, yang sering kali dibarengi perubahan frekuensi suara mengeong.

Terkini