JAKARTA - Sistem operasi teranyar besutan Apple, yakni iOS 26, secara resmi telah dapat di-jailbreak. Sosok pengembang Lars Fröder yang populer dengan sebutan opa334 meluncurkan Dopamine 3.0 sebagai perangkat jailbreak perdana yang mendukung iOS 26.0 dan iOS 26.0.1 bagi gawai berprosesor A12 serta A13.
Peluncuran ini mengemuka setelah hampir genap satu tahun dari debut awal iOS 26. Perangkat Dopamine 3.0 berformat rootless serta open-source yang turut menyokong gawai Apple generasi terdahulu beserta deretan versi iOS lainnya.
Kemunculan pembaruan ini menandaskan bahwa dinamika pengembangan jailbreak tetap bergulir aktif, di tengah restriksi ketat yang diterapkan pihak Apple pada ekosistem iOS dan iPadOS.
Perangkat Dopamine 3.0 turut memperluas jangkauan kompatibilitas bagi gawai beroperasi iOS 16.5.1 hingga iOS 17.3.1, sehingga kian banyak deretan iPhone, iPad, serta perangkat Apple Silicon berbasis firmware lama yang sanggup menjalankannya.
Dari kacamata teknis, Dopamine menopang arsitektur arm64 dan arm64e, dengan cakupan chip A8 sampai A11 pada arm64, serta chip A12 hingga A17 berikut chip M1 dan M2 pada arsitektur arm64e.
Akan tetapi, tingkat kompatibilitas tetap bervariasi bergantung pada generasi gawai serta versi iOS yang terpasang, di mana dukungan iOS 26 saat ini diprioritaskan bagi lini berchipset A12 dan A13.
Berbeda dibanding konsep jailbreak konvensional, Dopamine menerapkan metode rootless yang menjaga keutuhan sistem file inti iOS, dengan menyimpan seluruh berkas modifikasi pada direktori khusus.
Inovasi tersebut memperbarui mekanisme pemasangan paket serta pembuatan tweak, didukung Sileo dan Zebra selaku pengelola paket instalasi.
Berbekal sifatnya yang open-source, jajaran pengembang dapat menelaah kode sumber Dopamine serta memantau tiap rekam pembaruan melalui direktori repositori GitHub milik opa334.
Melalui kehadiran versi 3.0 ini, Dopamine sukses merangkul lini gawai Apple dalam cakupan yang kian masif dari chip A8 hingga A17.