Kemenpora Alokasikan Anggaran Pelatnas Olimpiade Los Angeles 2028

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:36:02 WIB
Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir.

JAKARTA - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) resmi mengucurkan alokasi dana persiapan atlet nasional menghadapi Olimpiade Los Angeles 2028 sejak tahun ini demi mewujudkan skema pelatnas yang berkesinambungan.

Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menegaskan dana menuju ajang olahraga bergengsi empat tahunan tersebut tidak cuma dicairkan periode ini, namun telah masuk dalam draf perencanaan tahun depan.

“Pada tahun ini kami sudah mulai mendapatkan anggaran untuk Olimpiade 2028. Tahun depan, dari anggaran yang sudah dikomunikasikan kepada kami, untuk Olimpiade juga sudah ada anggarannya,” kata Erick di Kantor Kemenpora, Jakarta, Rabu.

Walau begitu, Menpora Erick belum membeberkan nominal angka pasti yang dipersiapkan khusus untuk pemusatan latihan Olimpiade 2028 tersebut.

Pihak Kemenpora berencana mengundang seluruh pengurus cabang olahraga guna memverifikasi proposal kegiatan beserta kebutuhan rincian dana masing-masing.

“Angkanya nanti saja, satu-satu. Kami mesti panggil cabang olahraga dulu. Sekarang kami verifikasi lagi, SEA Games untuk apa, Olimpiade untuk apa,” ujarnya.

Erick menggarisbawahi bahwa pola pendanaan berkelanjutan sangat krusial mengingat proses penggemblengan fisik dan mental atlet tidak boleh berhenti secara tiba-tiba di tengah jalan.

“Tidak bisa tahun ini ada rencana pelatnas untuk SEA Games, Asian Games, atau Olimpiade, tetapi tahun berikutnya tidak ada. Persiapan atlet itu harus tahunan,” katanya.

Erick bahkan menyebut bahwa strategi menuju Olimpiade 2032 semestinya telah dicetuskan dari sekarang agar Indonesia tidak tertinggal oleh negara lain yang membina atlet dalam jangka panjang.

Mekanisme dana berkelanjutan ini berhasil mengantongi persetujuan Kementerian Keuangan sesuai dengan garis arahan Presiden Prabowo Subianto.

“Alhamdulillah, Pak Menkeu sudah memberikan kepercayaan sesuai dengan arahan Bapak Presiden. Kami sudah disetujui untuk anggaran pelatnas yang berkelanjutan,” ujar Erick.

Langkah terobosan ini menjadi sarana vital guna memastikan skema pembinaan tidak sekadar mengejar target jangka pendek, melainkan berorientasi pada pencapaian prestasi puncak di masa depan.

Kemenpora juga menerapkan indikator kinerja utama atau Key Performance Indicator (KPI) dalam penyaluran dana pelatnas, dengan sasaran yang dipetakan ketat menurut cabang olahraga, nomor tanding, hingga sosok atlet.

“Cabang olahraganya apa, nomornya apa, atletnya siapa. Jadi ini benar-benar targeted. Kami pastikan semuanya memiliki KPI,” katanya.

Melalui penerapan sistem terukur ini, atlet yang dibidik menuju ajang Olimpiade tetap berhak memanfaatkan dana Olimpiade walau bertanding di ajang penyaring seperti Asian Games atau SEA Games.

Sedangkan bagi atlet yang diproyeksikan sebatas kompetisi regional level SEA Games, pembinaannya murni disokong dari dana khusus pelatnas SEA Games.

Mekanisme efisien ini disahihkan demi menjamin penggunaan anggaran negara lebih transparan, akurat, dan memberi kepastian karier bagi para atlet nasional di arena internasional.

Terkini