Bukan Hanya Jerawat Ini 5 Tanda Stres Kronis yang Muncul pada Kulit

Kamis, 13 Agustus 2026 | 03:20:02 WIB
Ilustrasi Kulit kering.

JAKARTA - Setiap individu pasti pernah mengalami tekanan atau stres. Namun, jika kondisi tersebut berlangsung secara terus-menerus hingga menjadi stres kronis, dampaknya dapat memengaruhi kesehatan tubuh, termasuk kondisi kulit.

Tanpa disadari, beban stres dapat terus menumpuk jika tidak dikelola dengan baik. Dampak stres kronis ini berisiko meningkatkan potensi depresi, menurunkan kekebalan tubuh, serta memperbesar risiko timbulnya penyakit kardiovaskular.

Untuk mengenali keberadaan stres kronis, Anda dapat memperhatikan berbagai perubahan yang muncul pada permukaan kulit.

Beberapa gejala stres memang dapat terlihat langsung melalui reaksi kulit. Berdasarkan informasi dari WebMD, stres mampu memicu respons kimiawi dalam tubuh yang menjadikan kulit lebih sensitif serta reaktif.

Jerawat kerap dikaitkan dengan kondisi tekanan mental. Hal ini terjadi karena stres memicu peningkatan produksi hormon kortisol yang membuat kelenjar kulit menghasilkan minyak lebih banyak, sehingga kulit rentan berjerawat dan mengalami masalah lain.

Kendati demikian, jerawat hanyalah salah satu indikator. Terdapat beberapa tanda stres kronis lainnya pada kulit yang juga memerlukan perhatian khusus:

Kantong di bawah mata

Kemunculan kantong mata umumnya terjadi seiring proses penuaan akibat melemahnya otot penyangga mata dan berkurangnya elastisitas kulit. Melansir dari Healthline, penelitian menunjukkan bahwa stres akibat kurang tidur dapat mempercepat tanda penuaan pada kulit.

Kulit kering

Kondisi stres dapat menyebabkan kulit menjadi kering. Tinjauan riset pada 2014 menunjukkan bahwa stres dapat mengganggu fungsi perlindungan pada stratum korneum, yaitu lapisan kulit terluar yang menjaga kelembapan. Gangguan ini menyebabkan kulit mudah kering dan gatal.

Ruam

Sistem kekebalan tubuh dapat melemah akibat pengaruh stres. Dampaknya adalah ketidakseimbangan populasi bakteri pada usus dan kulit (disbiosis), yang kemudian memicu ruam atau kemerahan. Bagi penderita psoriasis, eksim, atau dermatitis kontak, stres dapat memperburuk peradangan.

Kerutan

Stres turut memicu tanda penuaan dini, khususnya garis kerutan. Tekanan yang berkepanjangan dapat memicu perubahan struktur protein kulit serta mengurangi elastisitasnya secara bertahap.

Gatal di kulit kepala

Dampak dari stres kronis juga dapat dirasakan pada bagian kulit kepala. Stres menyebabkan kulit kepala mengalami kekeringan sehingga memicu rasa gatal berlebih hingga risiko timbulnya kerontokan rambut.

Terkini