Lanjut Restrukturisasi Garuda Siapkan Inbreng Lahan AP demi GMFI di 2026

Jumat, 14 Agustus 2026 | 03:17:32 WIB
Ilustrasi Pesawat Garuda Indonesia.

JAKARTA - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) menyiapkan langkah tindak lanjut atas Rancangan Restrukturisasi Penyehatan Keuangan yang telah mendapatkan persetujuan resmi dari Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Salah satu agenda utama yang diagendakan dalam proses penyehatan keuangan tersebut adalah inbreng lahan milik PT Angkasa Pura Indonesia kepada anak usahanya, PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI).

Vice President of Corporate Secretary Garuda Indonesia Andreas Tumpal H Hutapea menjelaskan bahwa seluruh rencana ini mengacu pada persetujuan Surat Menteri BUMN Nomor 373/MBU/06/2025 yang diterbitkan pada 23 Juni 2025.

“Pelaksanaan dan waktu dari setiap tindak lanjut tersebut akan mengikuti proses, persetujuan, serta mekanisme tata kelola perseroan yang berlaku,” kata Andreas dalam keterbukaan informasi, Kamis (13/8/2026).

Manajemen menegaskan hingga saat ini belum ada aksi korporasi lain yang ditetapkan secara definitif untuk dieksekusi dalam jangka waktu tiga bulan ke depan.

Kepastian tersebut mencakup tidak adanya aksi korporasi yang berpotensi berdampak langsung terhadap status pencatatan saham maskapai penerbangan nasional ini di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Langkah restrukturisasi yang melibatkan inbreng lahan Angkasa Pura ke GMFI tetap dipastikan berjalan selaras dengan prosedur serta mekanisme tata kelola perusahaan yang berlaku.

Pernyataan resmi ini disampaikan manajemen sebagai bentuk transparansi guna merespons permintaan penjelasan dari pihak BEI terkait dinamika volatilitas transaksi saham GIAA di pasar modal.

Manajemen menilai pergerakan harga serta volume perdagangan saham perseroan murni merupakan bagian dari mekanisme dinamika permintaan dan penawaran para pelaku pasar.

Selain itu, perseroan berkomitmen akan selalu menyampaikan setiap perkembangan informasi material secara berkala sesuai dengan regulasi pasar modal yang berlaku.

Terkini