Penjualan iPhone Melonjak di Tengah Melemahnya Pasar Ponsel Dunia

Senin, 24 Agustus 2026 | 04:03:31 WIB
Ilustrasi iPhone Air.

JAKARTA - Apple sukses menggenjot angka penjualan ponsel pintarnya di kawasan India, Amerika Latin, serta Eropa di tengah tren penurunan pasar ponsel global, mengutip riset dari lembaga Counterpoint Research.

Disadur dari Macrumors pada Jumat (21/8) waktu setempat, transaksi jual beli ponsel pintar di India melorot 14 persen pada rentang akhir Maret hingga awal Agustus dibandingkan kurun waktu setara pada 2025.

Kemunduran tersebut terus berlanjut sepanjang tiga pekan usai ajang promosi besar-besaran yang digelar pada Juli resmi usai.

Di tengah situasi yang suram tersebut, Apple justru berhasil mencatatkan peningkatan penjualan hingga 15 persen, menjadi yang paling melesat dibanding pabrikan lain.

Counterpoint Research menilai lonjakan itu terdorong oleh kuatnya minat publik pada iPhone 17 serta serangkaian penawaran harga menarik yang membuat lini perangkat Apple kian terjangkau.

Sementara itu, Samsung dan Oppo masing-masing hanya sanggup mengamankan pertumbuhan tipis di kisaran 4 persen di pasar India.

Lembaga riset tersebut berpandangan bahwa pesta diskon yang digelar berbagai brand sebatas menggeser jadwal belanja konsumen dari sebelum atau sesudah promosi, bukan benar-benar memperkuat daya beli di negara itu.

Mengingat banderol perangkat yang kian membumbung tinggi, Counterpoint Research memproyeksikan pasar ponsel pintar India bakal menyusut sekitar 13 persen di sepanjang 2026.

Adapun di kawasan Amerika Latin, volume penjualan ponsel pintar terkoreksi 10 persen pada kuartal kedua 2026. Periode ini menandai penurunan tahunan terdalam di wilayah tersebut sejak kuartal ketiga 2023.

Apple bersama Samsung menjadi dua produsen yang tetap mengukir pertumbuhan positif, masing-masing sebesar 5 persen dan 6 persen. Sebaliknya, performa penjualan Motorola, HONOR, dan Xiaomi justru merosot.

Keberhasilan Apple di wilayah tersebut terbantu oleh langkah strategis perusahaan yang bersedia menanggung kenaikan biaya komponen sehingga tidak ditimpakan sepenuhnya kepada pembeli.

Kini Apple menguasai sekitar 51 persen pangsa pasar untuk segmen ponsel berbanderol di atas 600 dolar AS atau setara Rp10 jutaan di kawasan Amerika Latin.

Kondisi senada turut terjadi di Eropa. Penjualan ponsel pintar di kawasan tersebut meleset 10 persen hingga tersisa 35 juta unit pada kuartal kedua, yang menjadi torehan kuartal kedua terendah dalam tiga tahun belakangan.

Kendati demikian, Apple mampu mendongkrak porsi pasarnya hingga sembilan poin persentase. Apple kini mengantongi pangsa pasar 34 persen, sejajar dengan pencapaian Samsung. Xiaomi menyusul di peringkat berikutnya dengan porsi 15 persen, sementara brand lain tak ada yang menembus lebih dari 4 persen.

Counterpoint Research menduga pasar Eropa masih dibayangi penurunan imbas makin terbatasnya ketersediaan perangkat. Meski begitu, Apple diprediksi tetap mampu mempertahankan performa apiknya di kawasan Eropa.

Berbanding terbalik dengan kondisi di India, Amerika Latin, dan Eropa, pasar China masih menjadi tantangan berat bagi Apple. Penjualan ponsel pintar di negara Tirai Bambu itu terkikis 8,6 persen pada 30 pekan awal 2026.

Penurunan penjualan kembali menyentuh dua digit setelah pesta diskon belanja 618 yang sebelumnya menggenjot transaksi resmi berakhir.

Tren penjualan ponsel Apple juga melambat sejak Juli setelah sejumlah ritel memangkas besaran potongan harga. Sebagian permintaan konsumen selama musim panas dinilai telah terserap sewaktu ajang promosi berlangsung.

Counterpoint Research memperkirakan masa-masa sulit ini akan bertahan hingga Apple meluncurkan deretan iPhone generasi teranyar.

Di sisi lain, Huawei masih kokoh memimpin pasar China dengan menguasai lebih dari seperlima angka penjualan mingguan sejak April.

Counterpoint Research memprediksi keterbatasan pasokan komponen memori serta mahalnya harga suku cadang masih akan membayangi industri hingga pengujung 2026. Pemulihan pasar secara menyeluruh diperkirakan baru terealisasi paling cepat pada 2028.

Apple sendiri dijadwalkan bakal memperkenalkan deretan iPhone terbaru pada September mendatang, yang mencakup iPhone 18 Pro, iPhone 18 Pro Max, hingga iPhone Ultra.

Terkini