Rachmat Pambudy: Blockchain Harus Beri Dampak Nyata pada Pembangunan

Rabu, 26 Agustus 2026 | 20:13:31 WIB
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachmat Pambudy [FOTO: NET].

JAKARTA - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachmat Pambudy mengemukakan bahwa teknologi blockchain perlu diposisikan sebagai pilar krusial dalam kerangka transformasi digital yang mampu memberikan implikasi positif secara nyata terhadap arah pembangunan nasional.

“Blockchain memiliki ruang yang besar apabila digunakan untuk menjawab kebutuhan nyata, yaitu meningkatkan efisiensi, transparansi, traceability, integritas, dan kepercayaan. Pemerintah akan terus mendorong inovasi, tetapi dengan prinsip bahwa teknologi harus mengikuti kebutuhan pembangunan, sesuai dengan tata kelola, dan sesuai dengan kebutuhan publik yang lebih banyak,” ucapnya dalam Acara Indonesia Digital Blockchain Week 2026, dari keterangan resmi, Jakarta, Rabu (26/8/2026).

Dalam momen kesempatan tersebut, ia membagikan kisah inspiratif mengenai pengalaman seorang petani kopi lokal yang sukses merintis implementasi sistem pelacakan (traceability), hingga merancang ekosistem berbasis blockchain

Terobosan sistem digital tersebut terbukti mampu memfasilitasi para konsumen dari berbagai belahan dunia untuk berinteraksi secara langsung dengan sang petani di Indonesia.

Pengalaman empiris tersebut dinilai merepresentasikan bukti konkrit bahwa teknologi blockchain sanggup menjembatani para pelaku pembangunan mulai dari lingkup perdesaan hingga menembus jangkauan pasar internasional.

Pada ruang lingkup makro pembangunan, pemanfaatan blockchain dapat diintegrasikan ke dalam arsitektur perencanaan pembangunan nasional guna menopang sektor ekonomi digital, mewujudkan pemerintahan digital (e-government), serta menciptakan tata kelola basis data yang jauh lebih transparan dan terpadu. 

Berpedoman pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, pilar utama penggerak transformasi digital disandarkan pada tiga fondasi utama, yakni pilar masyarakat digital, infrastruktur digital, serta pemerintahan digital.

Pemerintah secara konsisten turut memacu aliran investasi pada ranah teknologi mutakhir, memperkuat integrasi keterpaduan data, serta menggalakkan aktivitas riset dan inovasi guna memastikan kontribusi optimal transformasi digital terhadap pencapaian target pertumbuhan ekonomi yang berkualitas.

“Kontribusi ekonomi digital terhadap PDB (Produk Domestik Bruto) ditargetkan mencapai 12–13 persen pada 2029,” ungkap Rachmat.

Terkini