Ekspansi ke Street Level Digiplus MAPI Bidik 150 Gerai hingga 2026

Jumat, 28 Agustus 2026 | 02:25:32 WIB
Gerai Digiplus.

JAKARTA - Jaringan peritel multibrand gadget di bawah bendera PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI), Digiplus, memasang target pembukaan minimal 150 gerai hingga penutupan 2026 mendatang melalui pembaruan strategi ekspansi.

Unit usaha yang sebelumnya identik di pusat perbelanjaan atau mal ini mulai agresif merambah street level serta meresmikan free standing store perdananya di kawasan Jalan Terogong Raya, Jakarta Selatan.

Head of Marketing Digiplus Dwita Satyanti menerangkan bahwa hadirnya format gerai baru tersebut menandai pergeseran strategi ekspansi perseroan guna mendekatkan akses masyarakat pada perangkat gadget tanpa harus menyambangi mal.

Penetrasi Digiplus menuju street level juga merespons dinamika perubahan perilaku belanja publik. Pemilihan lokasi bersirkulasi lalu lintas tinggi diharapkan sanggup mengonversi tingkat walk in menjadi pertumbuhan volume penjualan. Gerai dengan konsep anyar ini tercatat sebagai cabang ke-100 milik Digiplus.

"Berbeda dengan gerai mal yang cenderung menyasar konsumen menengah hingga atas, format street level memberikan fleksibilitas untuk menjangkau segmen konsumen yang lebih luas," ujarnya, Jumat (28/8/2026).

Head of Business Development Digiplus Muhammad Pranoto Utomo memproyeksikan sebanyak 150 outlet Digiplus beroperasi penuh hingga penghujung tahun.

Target perluasan ini mencakup model free standing, unit gerai di dalam mal, serta skema shop in shop di jaringan department store seperti SOGO dan Metro.

Aksi ekspansi ritel ini tidak semata berfokus di Jakarta, melainkan menyebar ke sejumlah kota besar seperti Surabaya, Bali, Medan, Makassar, serta berlanjut menyasar kawasan lapis kedua dan ketiga.

Mengenai portofolio produk, penopang utama lini bisnis Digiplus masih dipegang kategori smartphone, di mana segmen Android mendominasi kuantitas unit terjual. Sementara itu, untuk nilai transaksi belanja, produk keluaran Apple mencatatkan kontribusi paling menonjol.

Tiga merek utama pemegang porsi penjualan terbesar di Digiplus saat ini ditempati oleh Apple, Samsung, serta gabungan Xiaomi dan OPPO.

Meski begitu, komposisi ketersediaan merek pada tiap cabang dibuat bervariasi mengikuti karakteristik pasar lokal, kecenderungan tren, dan besarnya kontribusi tiap brand.

Menjalankan ekspansi di tengah kondisi pasar saat ini, manajemen mengakui tantangan kenaikan harga perangkat tidak terelakkan.

Head of Operations Digiplus Erwin Renehan mengungkapkan sejumlah produsen telah mengerek harga jual sejak akhir tahun lalu akibat lonjakan harga komponen chipset. Kenaikan harga ritel tersebut berada pada rentang 30 persen hingga 50 persen.

Tekanan harga ini berpotensi menahan daya beli konsumen, terutama sewaktu masyarakat mulai membatasi belanja barang nonesensial. Namun, pihaknya menilai keberadaan gadget—khususnya smartphone—telah bergeser menjadi kebutuhan pokok harian.

Guna menjaga daya jangkau konsumen, Digiplus menyiapkan berbagai kemudahan skema transaksi, seperti promo cashback perbankan, fasilitas cicilan lembaga pembiayaan nonbank (NBFI), fitur buy now pay later (BNPL), hingga program tukar tambah (trade-in).

"Strategi tersebut diharapkan mampu mengurangi hambatan konsumen akibat kenaikan harga sekaligus mendorong konversi pembelian," ujar Erwin.

Berdasarkan publikasi laporan keuangan per 30 Juni 2026, MAPI berhasil membukukan perolehan pendapatan bersih sebesar Rp24,15 triliun. Capaian ini melesat 23,36 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp19,58 triliun.

Pada bagian laba bersih, keuntungan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk MAPI menembus angka Rp1,21 triliun pada paruh pertama 2026, atau menguat 26,49 persen secara tahunan dari posisi sebelumnya Rp960,92 miliar.

Terkini