ENERGINEWS.ID — Kenaikan harga ini menyasar segmen BBM beroktan tinggi dan solar premium yang dijual di seluruh SPBU Pertamina. Tiga produk terdampak adalah Pertamax Turbo (RON 98), Dexlite, dan Pertamina Dex — semuanya masuk kategori bahan bakar non-subsidi.
Perubahan paling mencolok terjadi pada Dexlite yang harganya melompat dari Rp19.700 menjadi Rp23.700 per liter, atau naik 20,3 persen dalam sekali penyesuaian. Pertamina Dex juga naik signifikan dari Rp21.150 ke Rp25.200 per liter. Sementara Pertamax Turbo bergerak lebih moderat, dari Rp18.300 ke Rp19.600 per liter.
Arah Harga Berbalik dari Tren Penurunan
Keputusan September ini mematahkan tren yang terjadi sebulan sebelumnya. Pada awal Agustus 2026, Pertamina justru memangkas harga jual sejumlah produk Pertamax. Penurunan itu mengikuti rata-rata harga minyak dunia dan pergerakan nilai tukar rupiah — dua variabel yang selalu menjadi acuan utama korporasi dalam menetapkan harga BBM non-subsidi per bulan.
Kini arahnya berbalik. Fluktuasi ini mencerminkan harga minyak mentah global yang belum stabil sepanjang bulan lalu, ditambah tekanan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Pola penyesuaian bulanan seperti ini sudah berjalan rutin: saat minyak mentah turun, harga SPBU ikut turun; begitu minyak merangkak naik, harga kembali dikoreksi.
Dampak ke Kantong Pengendara
Beban kenaikan paling terasa saat konsumen mengisi tangki penuh. Mobil bensin dengan kapasitas tangki 45 liter harus mengeluarkan tambahan Rp58.500 setiap kali mengisi Pertamax Turbo. Untuk pengguna Dexlite dengan tangki yang sama, beban ekstra mencapai Rp180.000 sekali isi — angka yang cukup memberatkan bagi kendaraan komersial yang mengisi harian.
Dari sisi pengendara pribadi, kenaikan Pertamax Turbo membuat selisihnya dengan Pertamax RON 92 semakin lebar: kini Rp3.650 per liter. Perbedaan ini mulai membuat sebagian konsumen menimbang ulang pilihan bahan bakarnya.
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina per September 2026
Berikut posisi harga jual di SPBU Pertamina yang berlaku mulai 1 September 2026. Produk yang mengalami kenaikan: Pertamax Turbo (RON 98) Rp19.600 per liter dari sebelumnya Rp18.300, Dexlite Rp23.700 per liter dari Rp19.700, dan Pertamina Dex Rp25.200 per liter dari Rp21.150.
Produk yang tidak berubah: Pertamax (RON 92) tetap Rp15.950 per liter, Pertamax Green 95 Rp16.600 per liter, Pertalite Rp10.000 per liter, dan Biosolar Rp6.800 per liter. Dua produk terakhir yang disubsidi pemerintah sama sekali tidak tersentuh penyesuaian.
Dengan selisih harga yang kian melebar antara kategori bersubsidi dan non-subsidi, posisi Pertalite dan Biosolar semakin jelas sebagai segmen yang dijaga pemerintah. Sementara bagi pengguna BBM beroktan tinggi, kebijakan ini artinya menyesuaikan anggaran harian — atau turun satu kelas ke produk yang harganya tidak bergerak.