Jan-Juli 2026, Neraca Perdagangan RI Surplus 3,70 Miliar Dolar AS

Selasa, 01 September 2026 | 19:21:01 WIB
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono [FOTO: NET].

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mendata bahwa neraca perdagangan barang Indonesia mencatatkan surplus sebesar 3,70 miliar dolar AS sepanjang kurun waktu Januari hingga Juli 2026.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono di Jakarta, Selasa memaparkan dari total nilai itu, perolehan ekspor akumulatif pada rentang tersebut menyentuh 167,03 miliar dolar AS atau melambung 4,43 persen secara tahunan (year on year/yoy) dari semula 159,95 miliar dolar AS.

Berdasarkan pembagian sektor, industri pengolahan menyumbang porsi terbesar yakni 137,26 miliar dolar AS dari akumulasi ekspor, diikuti sektor pertambangan dan lainnya sebesar 19,60 miliar dolar AS, serta sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan senilai 3,15 miliar dolar AS.

Sementara itu, angka impor sepanjang Januari sampai Juli 2026 berada di level 163,33 miliar dolar AS yang menunjukkan kenaikan 19,94 persen yoy, di mana komposisinya didominasi oleh impor bahan baku/penolong senilai 116,70 miliar dolar AS, lalu barang modal 32,46 miliar dolar AS, serta barang konsumsi 14,16 miliar dolar AS.

Adapun khusus untuk bulan Juli 2026, neraca perdagangan Indonesia menangguk surplus sebesar 0,12 miliar dolar AS, dengan realisasi ekspor 26,22 miliar dolar AS yang terangkat 6,05 persen yoy, dan nilai impor 26,09 miliar dolar AS yang merambat naik 27,02 persen yoy.

Pada periode bulanan ini, menurut Ateng, sektor industri pengolahan masih mendominasi kontribusi ekspor nonmigas di angka 21,76 miliar dolar AS, dilanjutkan pertambangan 3,10 miliar dolar AS, serta pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 0,57 miliar dolar AS.

Berdasarkan peruntukannya pada Juli 2026, struktur impor masih didominasi bahan baku/penolong yang menembus 18,76 miliar dolar AS, barang modal sebesar 5,10 miliar dolar AS, dan barang konsumsi senilai 2,24 miliar dolar AS.

Terkini