BYD Subang Mulai Produksi, Impor Mobil China Anjlok dari 74 Ribu ke 3,5 Ribu Unit

Rabu, 02 September 2026 | 16:51:00 WIB

ENERGINEWS.ID — Pabrik PT BYD Motor Indonesia di Subang, Jawa Barat, telah menjalankan produksi perdananya sebelum seremoni peresmian 3 September. Fasilitas dengan kapasitas 150.000 unit per tahun itu mengubah pola pasokan BYD yang sebelumnya hampir sepenuhnya mengandalkan mobil utuh atau completely built up (CBU) dari China.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan total 94.798 unit BYD telah diimpor sejak 2024 hingga Juli 2026. Namun pada paruh pertama tahun ini, volumenya tinggal 3.518 unit—terdiri dari 2.982 unit Denza D9 dan 536 unit Atto 3.

Angka Impor 2024–2026: Lonjakan, Lalu Anjlok

Fase agresif BYD di Indonesia justru terjadi pada 2025. Sepanjang tahun itu, perusahaan mendatangkan 74.513 unit, lebih dari empat kali lipat dibanding 16.767 unit pada 2024. Kini, sejak Januari hingga Juli 2026, impor menyusut hingga lebih dari 95 persen.

Penurunan tidak lepas dari mulai beroperasinya jalur produksi Subang. Unit yang dihasilkan tahap awal antara lain untuk memenuhi kebutuhan display dealer dan armada test drive.

Atto 1 Jadi Model Impor Terbesar Sepanjang 2025

Pangsa besar impor 2025 diisi delapan model: Seal, Dolphin, M6, Atto 3, Denza D9, E6, Atto 1, dan Sealion 07. Di antara semua itu, Atto 1 mencatat volume tertinggi dengan 30.060 unit, disusul M6 sebesar 17.290 unit dan Sealion 07 sebanyak 12.700 unit. Denza D9 membukukan 10.500 unit pada periode yang sama.

Akhir Insentif Bea Masuk yang Memaksa Pabrik

Perubahan haluan strategi ini bermula dari kebijakan pemerintah yang membebaskan bea masuk kendaraan listrik CBU. Fasilitas itu mensyaratkan produsen berinvestasi membangun pabrik lokal. Insentif berakhir pada penghujung 2025, bertepatan dengan dimulainya kewajiban produksi dalam negeri bagi BYD.

Skema insentif itu pula yang mendorong BYD membangun basis manufaktur di Subang sejak awal. Setelah masa transisi selesai, perusahaan mulai menggeser pasokan pasar Indonesia dari mobil kiriman China ke hasil produksi lokal.

M6 Sudah Diproduksi Lokal, Sebelum Seremoni Peresmian

Salah satu model yang disebut telah keluar dari jalur perakitan Subang adalah BYD M6. Produksi itu berjalan lebih dulu daripada seremoni resmi pembukaan pabrik. Dengan begitu, acara 3 September lebih merupakan pengumuman formal fase manufaktur BYD, bukan titik awal produksi.

Kapasitas 150.000 Unit, Siap Jadi Basis Regional?

Fasilitas Subang dirancang mampu memproduksi hingga 150.000 kendaraan per tahun—lebih dari cukup untuk permintaan domestik yang dicapai BYD selama fase impor. Angka ini membuka peluang ekspor ke negara tetangga, sekaligus tantangan: membuktikan bahwa produksi lokal mampu menopang pertumbuhan penjualan setara saat masih mengandalkan CBU.

Terkini