Kebiasaan Naik Tangga Setiap Hari Bisa Bantu Turunkan Risiko Kematian

Rabu, 02 September 2026 | 02:27:01 WIB
Ilustrasi jalan kaki [FOTO: NET].

JAKARTA - Menentukan pilihan untuk menaiki tangga ketimbang menggunakan lift dapat tampak seperti keputusan kecil di tengah padatnya rutinitas. Kebiasaan sederhana tersebut rupanya berkaitan erat dengan kesehatan organ jantung beserta penurunan risiko kematian.

Suatu tinjauan dan meta-analisis yang dimuat dalam American Journal of Cardiovascular Drugs mengulas data dari 480.000 orang lebih dengan rentang usia 35 sampai 84 tahun yang bersumber dari sembilan riset. Para partisipan dipantau selama kurun waktu kurang lebih 14 tahun.

Hasilnya, individu yang rutin memanfaatkan tangga mencatatkan tingkat risiko meninggal akibat gangguan kardiovaskular 39 persen lebih rendah serta risiko kematian atas pelbagai pemicu 24 persen lebih rendah apabila dibandingkan dengan mereka yang tergolong jarang menaiki tangga.

Naik tangga membuat jantung dan paru-paru bekerja lebih keras

Aktivitas naik tangga tergolong sebagai latihan fisik dengan kadar intensitas yang lumayan tinggi lantaran tubuh dipaksa melawan gaya gravitasi untuk melangkah ke atas. Kegiatan ini memicu lonjakan denyut jantung sekaligus mempekerjakan beraneka kelompok otot.

Ahli jantung Shaline D. Rao dari NYU Langone Hospital, Long Island mengutarakan, naik tangga merupakan rutinitas harian yang sanggup menguatkan fungsi jantung dan paru-paru.

“Naik tangga merupakan kebiasaan sehari-hari yang memperkuat jantung dan paru-paru, meningkatkan tekanan darah, serta membantu mempertahankan berat badan yang sehat,” ujar Rao, Selasa (1/9/2026).

Bukan sekadar kardio, otot juga ikut bekerja

Berbeda dari jalan kaki yang utamanya bersifat aerobik, naik tangga menyatukan aktivitas aerobik dan anaerobik. Tubuh mengonsumsi asupan energi yang lebih besar untuk mengangkat beban badan melawan gravitasi pada tiap pijakan anak tangga.

Ahli gizi olahraga Albert Matheny menyebutkan, pergerakan tersebut mendorong otot bekerja ekstra keras. Hal inilah yang menjadi pemicu seseorang dapat merasa lebih cepat terengah-engah sewaktu menaiki tangga dalam jumlah banyak, utamanya bila belum terbiasa.

Di lain sisi, pakar jantung dari Rutgers Robert Wood Johnson Medical School, Ahmad Halawa menambahkan, naik tangga sanggup menghadirkan perubahan denyut jantung serta tekanan darah yang lebih signifikan bila dibandingkan dengan latihan fisik berintensitas lebih rendah.

Naik tangga bisa menjadi olahraga singkat di sela aktivitas

Salah satu keutamaan dari naik tangga yaitu aktivitas tersebut tak memerlukan alokasi waktu khusus layaknya berolahraga di pusat kebugaran. Fasilitas tangga sanggup dimanfaatkan sewaktu berada di area perkantoran, pusat perbelanjaan, hunian pribadi, atau lokasi lain yang memiliki konstruksi bertingkat.

Pakar jantung Paul Drury mengungkapkan, kesempatan berukuran kecil untuk bergerak sepanjang hari tetap sanggup memberikan kontribusi positif terhadap kesehatan organ jantung.

“Bahkan kesempatan kecil untuk bergerak sepanjang hari dapat berkontribusi terhadap kesehatan jantung yang lebih baik,” tutur Drury.

Riset terdahulu pada 2021 yang melibatkan lebih dari 280.000 partisipan turut mendapati bahwa individu yang menaiki lebih dari lima lantai tangga di area rumah setiap harinya mengantongi tingkat risiko kematian dini yang lebih rendah bila dibandingkan dengan mereka yang tak pernah menaiki tangga.

Mulai perlahan dan jangan memaksakan diri

Kendati mengantongi beraneka faedah, aktivitas naik tangga tak serta-merta menjamin usia panjang secara otomatis. Individu yang terbiasa menggunakan tangga bisa jadi memang sudah menerapkan pola hidup lebih aktif serta mengantongi derajat kesehatan yang lebih prima.

Oleh sebab itu, riset terkini belum sanggup membuktikan hubungan sebab-akibat secara definitif dan langsung.

Bagi pihak yang berkeinginan mulai membiasakan diri, Halawa menyarankan eskalasi jumlah pijakan secara bertahap, terutamanya bagi individu yang mengantongi riwayat penyakit jantung.

Selain memanfaatkan tangga, gerakan sederhana seperti berjalan lebih jauh saat berbelanja, mengambil jeda untuk bergerak ketika beraktivitas kerja, serta memangkas durasi duduk juga dapat membantu membuat kondisi fisik lebih aktif sepanjang hari.

Terkini