BRI Finance Terbitkan Obligasi Rp500 Miliar pada Kuartal IV 2026 Ini

Jumat, 04 September 2026 | 00:23:32 WIB
BRI Finance.

JAKARTA - PT BRI Multifinance Indonesia atau BRI Finance merancang penerbitan surat utang obligasi pada kuartal IV 2026 dengan estimasi nominal mencapai Rp500 miliar.

Corporate Secretary BRI Finance Aditia Fakhri Ramadhani menyampaikan bahwa seluruh perolehan dana dari emisi obligasi tersebut bakal diperuntukkan bagi ekspansi bisnis perseroan.

“Adapun, hingga saat ini, perusahaan sudah melakukan penerbitan tiga kali yaitu Obligasi I di Tahun 2022, Obligasi II di Tahun 2023, dan Obligasi Berkelanjutan I Tahap I di Tahun 2025,” ungkapnya pada Kamis (3/9/2026).

Aditia mengutarakan bahwa pasar obligasi sektor pembiayaan masih menyimpan potensi positif sebagai instrumen pendanaan strategis guna mendukung diversifikasi sumber dana dan ekspansi kredit.

Meski begitu, ia menegaskan bahwa aksi emisi obligasi tidak sekadar dipengaruhi oleh dinamika BI Rate, melainkan memperhitungkan yield pasar, minat investor, likuiditas, serta kinerja perusahaan.

“Perusahaan tetap melihat peluang di pasar obligasi namun dengan selektif dan prudent, dimana kondisi pasar dan kebutuhan perusahaan sama-sama di waktu yang tepat,” sebutnya.

Lebih jauh, Aditia mengulas bahwa penetapan BI Rate di kisaran 5,75 persen mendorong pelaku industri pembiayaan untuk tampil lebih selektif dalam merilis obligasi baru.

Walau demikian, BRI Finance konsisten mempertahankan agenda penerbitan obligasi pada kuartal IV 2026 sembari memantau tren suku bunga pasar dan skema pricing.

“Fokus perusahaan adalah tetap melakukan diversifikasi pendanaan yang salah satunya melalui penerbitan obligasi, dengan memastikan kecukupan likuiditas, serta efisiensi cost of fund. Jika timing dan pricing-nya tepat, perusahaan akan memanfaatkan peluang di pasar obligasi secara prudent,” pungkasnya.

Berdasarkan catatan PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), realisasi emisi surat utang sektor pembiayaan hingga Juli 2026 menyentuh Rp14,57 triliun, atau terkoreksi 41,8 persen (YoY) dari Rp25,03 triliun.

Fixed Income Analyst Pefindo Ahmad Nasrudin memaparkan penurunan tersebut terhitung lebih dalam jika dibandingkan total penerbitan surat utang korporasi nasional yang terkontraksi 16,2 persen (YoY) menjadi Rp112,31 triliun.

“Akibatnya, kontribusi multifinance terhadap total penerbitan korporasi turun menjadi sekitar 13,0% pada Juli 2026 dari 18,7% pada Juli 2025,” terangnya.

Terkini