Peran Orang Terdekat Bagi Proses Pemulihan Kesehatan Mental

Kamis, 10 September 2026 | 05:25:02 WIB
Ilustrasi

JAKARTA — Pemulihan dari masalah kesehatan mental tidak selalu berlangsung sebagai perjalanan yang dijalani seorang diri. Selain perawatan medis dan terapi, hubungan dengan orang-orang terdekat dapat menjadi bagian penting dalam proses seseorang untuk kembali menjalani kehidupannya.

Dikutip dari Psychology Today, peneliti Patrick William Kelly, Ph.D., menjelaskan kehadiran orang terdekat dapat membantu seseorang merasa kembali dilihat dan dipahami.

Ia menceritakan pengalaman pulih setelah menjalani perawatan di fasilitas kesehatan mental dan bagaimana sang ibu menjadi jembatan dalam prosesnya kembali ke kehidupan sehari-hari.

Pengobatan dan terapi tetap memiliki peran dalam penanganan masalah kesehatan mental. Namun, ia membedakan antara kondisi yang sudah stabil secara medis dan proses pemulihan kehidupan seseorang secara lebih menyeluruh.

Kelly menggambarkan bahwa selama menjalani perawatan, obat membantu menstabilkan kondisinya, sementara lingkungan rumah sakit memberikan struktur dan perawatan. Meski demikian, ia merasa masih membutuhkan hubungan yang membuatnya dapat kembali merasa sebagai pribadi yang utuh, bukan sekadar seseorang dengan kondisi klinis tertentu.

Dalam konteks tersebut, hubungan dengan orang lain menjadi bagian dari proses pemulihan. Penulis menyebut pemulihan sebagai proses yang bersifat relasional, karena manusia juga mengenali dan memahami dirinya melalui hubungan dengan orang lain.

Salah satu konsep yang dibahas dalam artikel tersebut adalah attunement. Secara sederhana, istilah ini merujuk pada kemampuan seseorang untuk menangkap dan merespons keadaan batin orang lain.

Konsep tersebut awalnya banyak dibahas dalam hubungan antara bayi dan pengasuh. Psikolog perkembangan Daniel Stern menjelaskan bagaimana bayi dan pengasuh saling berkomunikasi melalui respons terhadap kondisi emosional satu sama lain.

Namun, attunement tidak hanya relevan pada masa kanak-kanak. Dalam hubungan orang dewasa, kemampuan untuk memperhatikan, memahami, dan merespons kondisi emosional seseorang juga dapat membantu menciptakan rasa aman dan terhubung.

Dalam pengalaman yang diceritakan penulis, ibunya melakukan hal tersebut dengan terus hadir dan berusaha memahami kondisinya. Mereka bahkan mempelajari gangguan bipolar bersama-sama dan membangun pemahaman baru mengenai apa yang sedang mereka hadapi.

Memberikan dukungan kepada seseorang yang sedang menjalani pemulihan kesehatan mental bukan berarti mengabaikan dampak dari perilaku yang pernah dilakukan.

Kelly mengakui bahwa selama mengalami kondisi yang tidak tertangani, ia pernah mengirim pesan yang menyakitkan kepada ibunya dan membuat hubungan mereka berada dalam situasi sulit. Karena itu, proses memperbaiki hubungan tidak berlangsung secara instan.

Hal ini menunjukkan bahwa dukungan dari keluarga juga dapat berjalan bersamaan dengan batasan yang sehat. Orang terdekat mungkin ingin membantu, tetapi tetap memiliki kapasitas dan batas emosional masing-masing.

Dalam sumber tersebut, penulis juga mengakui bahwa tidak semua anggota keluarga mampu mengikuti proses pemulihan dengan cara yang sama. Ada orang yang mungkin memiliki batas dalam memberikan empati karena situasi tersebut terasa terlalu berat atau mengganggu kesejahteraan dirinya sendiri.

Dukungan keluarga tidak selalu harus berupa tindakan besar. Kehadiran yang konsisten, kemauan untuk mendengarkan, serta upaya memahami kondisi seseorang dapat menjadi bentuk dukungan yang berarti.

Dalam kisah tersebut, sang ibu secara rutin mengunjungi anaknya selama menjalani perawatan. Setelah anaknya keluar dari rumah sakit, hubungan mereka juga terus dibangun melalui percakapan, aktivitas bersama, serta upaya untuk saling memahami pengalaman masing-masing.

Bagi keluarga, hal terpenting adalah memahami bahwa pemulihan tidak selalu berjalan lurus. Seseorang dapat mengalami kemajuan, tetapi tetap membutuhkan waktu untuk membangun kembali kepercayaan diri, hubungan, dan rutinitasnya.

Keluarga juga tidak harus mengambil alih peran tenaga profesional. Obat, terapi, dan penanganan dari tenaga kesehatan tetap dapat dibutuhkan sesuai kondisi masing-masing individu.

Pada akhirnya, dukungan orang terdekat dapat menjadi bagian dari lingkungan yang membantu seseorang menjalani proses pemulihan. Seperti yang digambarkan dalam tulisan tersebut, pemulihan bukan hanya tentang mengelola gejala, tetapi juga tentang kembali merasa dikenal dan diterima sebagai diri sendiri.

Terkini