JAKARTA - PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) melihat hambatan terbesar dalam memicu penjualan produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI) atau unit-linked saat ini bersumber dari kondisi pasar keuangan yang belum stabil.
Chief Financial Officer Prudential Indonesia Adit Trivedi turut memaparkan bahwa pergerakan ekonomi dunia serta tuntutan untuk tiada henti mengedukasi masyarakat terkait karakteristik maupun keunggulan produk unit-linked turut menjadi tantangan tersendiri.
“Oleh karena itu, edukasi, transparansi, dan penerapan prinsip kesesuaian produk dengan kebutuhan serta profil risiko nasabah tetap menjadi prioritas kami,” ujarnya kepada Bisnis, dikutip pada Senin (14/9/2026).
Meskipun dihadapkan pada hambatan tersebut, Prudential Indonesia tetap memelihara rasa optimistis terhadap prospek produk unit-linked, mengingat dorongan masyarakat di Tanah Air akan proteksi serta perencanaan finansial jangka panjang kian krusial.
“Dan akan terus berkembang terutama di tengah tantangan ekonomi global dan volatilitas pasar keuangan,” sebut Adit.
Memasuki paruh pertama tahun 2026, perolehan premi dari sektor unit-linked Prudential Indonesia berhasil melesat hingga 25 persen secara tahunan (year on year/YoY) menyentuh angka Rp12,2 triliun. Capaian ini menempatkan unit-linked sebagai penyumbang sekitar 74 persen dari total penghimpunan premi perusahaan.
Manajemen Prudential Indonesia memandang bahwa minat pasar atas produk unit-linked perlahan mulai memperlihatkan arah stabilisasi. Kondisi positif ini berjalan seiring dengan kian tumbuhnya pemahaman publik mengenai keutamaan perlindungan dan pengelolaan finansial masa depan.
Di samping itu, meningkatnya daya cerna masyarakat atas karakteristik produk unit-linked menjadi pendorong utama yang menyokong pertumbuhan bisnis pada segmen ini.
“Kami melihat produk PAYDI umumnya diminati oleh Nasabah yang memiliki kebutuhan perlindungan jangka panjang sekaligus perencanaan keuangan untuk masa depan,” tutur Adit.
Berdasarkan pandangannya, instrumen unit-linked sangat pas bagi para pemegang polis yang sudah paham betul mengenai sifat investasi, memiliki gol keuangan jangka panjang, serta mendambakan solusi yang mengintegrasikan aspek perlindungan sekaligus potensi pemupukan aset.
“Kami terus memperkuat proposisi nilai produk PAYDI melalui kombinasi perlindungan yang relevan dengan kebutuhan nasabah, pilihan strategi investasi yang sesuai dengan berbagai profil risiko, serta edukasi literasi asuransi yang berkelanjutan agar Nasabah dapat memahami manfaat dan risiko produk secara lebih baik,” tutup Adit.
Sebagai informasi tambahan, Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) melaporkan lonjakan premi unit-linked secara industri sebesar 10,3 persen (YoY) hingga mencapai Rp35,73 triliun sepanjang semester I/2026.