Ketahui Manfaat Terapi Oksigen Hiperbarik Untuk Pemulihan Kesehatan

Ketahui Manfaat Terapi Oksigen Hiperbarik Untuk Pemulihan Kesehatan
Ilustrasi Terapi Oksigen Hiperbarik.

JAKARTA — Menghirup pasokan oksigen murni di ruang tertutup khusus saat ini menjadi metode pemulihan kesehatan yang banyak diminati. Tindakan yang dikenal sebagai terapi oksigen hiperbarik tersebut pada awalnya diciptakan untuk menangani gangguan kesehatan serius pada para penyelam. Berkat kemampuannya memulihkan jaringan sel secara efektif, pusat kecantikan kini memanfaatkannya guna mempercepat penyembuhan luka usai tindakan medis serta meregenerasi sel dari dalam.

Dokter Annisa Firizqi Nahlia dari Beyoutiful Aesthetic menjelaskan bahwa pasien bakal diminta duduk rileks di dalam tabung baja berukuran besar atau chamber selama kurun waktu 1 hingga 1,5 jam. Sensasi pada organ pendengaran saat berada di dalam tabung mirip seperti sensasi saat berada di kabin pesawat yang sedang lepas landas.

Kondisi tersebut muncul lantaran tekanan udara di sekitar pasien dinaikkan secara bertahap guna melarutkan oksigen murni ke dalam cairan darah dalam jumlah lebih banyak.

"Semakin tinggi tekanan, semakin banyak zat yang terlarut di dalam suatu cairan. Kami bisa bilang zat terlarutnya itu adalah oksigen, dan cairannya itu adalah darah," papar dr. Annisa di Beyoutiful Symphony Festival 2026, Main Atrium Senayan City, Jakarta, Jumat (11/9/2026).

Aliran darah yang sarat oksigen ini kemudian disalurkan secara maksimal menuju tingkatan sel paling dalam. Pasokan energi tambahan tersebut langsung mengoptimalkan proses metabolisme, sehingga pasien kerap terbangun dengan kondisi tubuh lebih segar serta kualitas tidur yang makin lelap pada hari berikutnya.

"Kalau udah bicara terapi hiperbarik oksigen itu dia bicaranya biomolekuler. Jadi dia akan masuk langsung ke dalam sel. Nanti sama sel langsung menimbulkan efek-efeknya," tambah dr. Annisa.

Khasiat paling nyata dari paparan oksigen bertekanan ini yakni meredakan reaksi peradangan, khususnya bagi pasien yang baru saja menempuh prosedur operasi plastik.

Area tubuh yang mengalami trauma pascaoperasi umumnya memicu kemunculan pembengkakan atau lebam. Perawatan di dalam ruang hiperbarik ini bekerja meminimalkan peradangan sekaligus merangsang pembentukan saluran pembuluh darah baru.

"Dia bantu untuk membentuk pembuluh darah baru sehingga nutrisi ke area yang sedang radang itu juga bagus," sebut dr. Annisa.

Tindakan pemulihan yang dijalankan sebanyak tiga hingga lima sesi beruntun ini juga memberi efek positif terhadap elastisitas kulit. Pembaruan pada tingkat biomolekuler merangsang kinerja sel fibroblas yang berfungsi membentuk kembali jaringan penyangga kulit wajah.

"Makanya kenapa ada efek ke kulit, meningkatkan sintesis kolagen, bikin kulit yang tadinya kendur jadi kencang lagi, dan memiliki efek anti-aging-nya juga," urai dr. Annisa.

Selain memicu kerapatan jaringan kulit, kelancaran sirkulasi oksigen juga turut melambatkan proses penuaan organ secara menyeluruh. Ketahanan tubuh menghadapi laju kerusakan alami meningkat seiring berkurangnya jumlah sel-sel penuaan.

"Ada efek yang namanya suppression of cellular senescence. Jadi dia menekan sel penuaan karena tubuh kami itu secara keseluruhan akan mengalami penuaan," ujar dr. Annisa.

Kendati menawarkan beragam manfaat kebugaran, prosedur duduk di dalam ruang bertekanan tinggi ini tetap memerlukan pengawasan medis. Setiap calon pasien wajib menjalani pemeriksaan awal bersama dokter untuk memastikan saluran pernapasan bebas dari penyumbatan akibat peradangan, seperti flu atau infeksi sinus berat.

Pemeriksaan ketat ini juga diberlakukan untuk menghindari timbulnya efek samping bagi kelompok rentan.

"Kalau yang hamil biasanya enggak boleh karena akan mengganggu perkembangan janin. Kecuali hamilnya itu memang benar-benar butuh terapi hiperbarik," kata dr. Annisa.

Pantangan serupa berlaku mutlak bagi individu yang memakai alat pacu jantung. Komponen pada alat tersebut tidak stabil jika terpapar lingkungan udara yang memiliki tekanan tinggi.

"Dalam kondisi apapun, pasien dengan alat pacu jantung itu tidak disarankan terapi hiperbarik. Karena bahan dari alat pacu jantung itu dia akan berefek terhadap tekanan tinggi," tutup dr. Annisa.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index