Lippo Karawaci Sahkan Jajaran Pengurus Baru dan Penarikan Saham

Senin, 14 September 2026 | 21:10:01 WIB
PT Lippo Karawaci Tbk.

JAKARTA - PT Lippo Karawaci Tbk. (LPKR) meresmikan susunan paling gres untuk Dewan Komisaris dan Direksi, sekaligus menyetujui langkah penurunan modal ditempatkan dan disetor lewat aksi penarikan kembali 20,70 juta saham treasuri. Ketetapan penting ini disahkan dalam forum Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diselenggarakan pada Jumat (11/9/2026).

Presiden Direktur LPKR Indra Yuwana menegaskan bahwa penguatan tata kelola merupakan fondasi vital untuk menopang pertumbuhan bisnis perseroan secara berkelanjutan.

“Pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan membutuhkan fondasi tata kelola yang kuat. Melalui keputusan RUPSLB ini, kami memastikan fungsi pengawasan dan pengelolaan Perseroan dapat terus berjalan efektif dalam mendukung strategi pertumbuhan LPKR,” ujarnya dalam siaran pers, Senin (14/9/2026).

Indra menambahkan perseroan akan terus menjalankan bisnis secara disiplin dan menerapkan prinsip kehati-hatian dengan berorientasi pada penciptaan nilai jangka panjang.

Pada pembahasan mata acara awal, forum pemegang saham merestui pengunduran diri Anand Kumar dari posisinya sebagai Komisaris Perseroan terhitung sejak ditutupnya RUPSLB. Sementara itu, untuk susunan komisaris lain beserta jajaran direksi dipastikan tidak mengalami perubahan.

Surat pengunduran diri dari Anand Kumar sejatinya telah diterima perseroan sejak 17 Juli 2026, yang kemudian ditindaklanjuti dengan penyampaian keterbukaan informasi kepada publik pada 20 Juli 2026.

RUPSLB selanjutnya menetapkan kembali susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan untuk masa jabatan sejak ditutupnya RUPSLB hingga penutupan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 2028.

Susunan Dewan Komisaris LPKR terbaru adalah sebagai berikut:

Presiden Komisaris/Komisaris Independen: Ginandjar Kartasasmita

Komisaris Independen: Bambang Soesatyo

Komisaris Independen: Theo L. Sambuaga

Komisaris: Kin Chan

Komisaris: George Raymond Zage III

Komisaris: Ketut Budi Wijaya

Susunan Direksi LPKR terdiri atas:

Presiden Direktur: Indra Yuwana

Wakil Presiden Direktur: Agus Arismunandar

Direktur: Marshal Martinus Tissadharma

Direktur: Surya Tatang

Direktur: Dominique Dion Leswara

Direktur: David Iman Santosa

Direktur: Fendi Santoso

Di luar agenda perubahan jajaran pimpinan, pemegang saham menyetujui langkah penurunan modal ditempatkan dan disetor via penarikan kembali 20.700.600 (20,7 juta) saham treasuri. Aksi buyback yang dilaksanakan LPKR dalam rentang tahun 2020–2023 menjadi asal-usul timbulnya saham treasuri tersebut.

Langkah pengalihan saham belum dapat dieksekusi selama ini karena pergerakan harga pasar dinilai belum mampu menyentuh ambang batas minimum yang dipersyaratkan.

Aksi pemusnahan atau penarikan kembali ini dijalankan guna menuntaskan status kepemilikan saham tersebut, sekaligus merapikan kembali struktur permodalan internal perseroan. Tiap lembar saham yang ditarik membawa nilai nominal Rp100, sehingga keseluruhan nilainya menembus angka Rp2,07 miliar.

Implikasi dari ketetapan ini membuat nilai modal ditempatkan dan disetor LPKR terkikis dari semula Rp7,09 triliun (terbagi dalam 70,90 miliar saham) menjadi Rp7,09 triliun (terbagi dalam 70,88 miliar saham). Di sisi lain, besaran modal dasar perseroan dipastikan tetap bertahan tanpa ada penyesuaian.

Dampak penyesuaian modal ini mewajibkan adanya pembaruan pada Pasal 4 ayat (2) Anggaran Dasar Perseroan, yang penerapannya perlu mengantongi lisensi persetujuan dari Menteri Hukum Republik Indonesia.

LPKR juga bakal mengumumkan penetapan penurunan modal ini kepada seluruh kreditur, dengan tetap memberi ruang bagi hak kreditur untuk menyampaikan sanggahan mengacu pada ketentuan hukum yang berlaku.

Sepanjang paruh pertama 2026, LPKR sukses membukukan capaian pra-penjualan senilai Rp3,70 triliun atau sudah mengamankan 62 persen dari target tahun 2026. Dalam kurun waktu yang sama, total perolehan pendapatan perseroan menyentuh Rp3,61 triliun.

Perolehan EBITDA tercatat melonjak 20 persen menjadi Rp754 miliar dari sebelumnya Rp627 miliar pada periode yang sama tahun lalu, sementara perolehan laba bersih setelah pajak menembus Rp385 miliar.

Terkini