Grup Djarum Dorong Digitalisasi Sektor Perhotelan dan Korporasi

Selasa, 15 September 2026 | 01:37:01 WIB
Ilustrasi Karyawan PT Varnion Technology Semesta.

JAKARTA - Perusahaan milik Grup Djarum, PT Varnion Technology Semesta (Varnion), tengah memacu solusi konektivitas berbasis teknologi Wi-Fi 8 untuk sektor perhotelan maupun korporasi di tanah air.

Merujuk laporan keuangan emiten Grup Djarum PT Sarana Menara Nusantara Tbk. (TOWR), sebanyak 60 persen saham Varnion dikuasai oleh iForte. Varnion sendiri merupakan penyedia layanan internet dengan solusi berbasis aplikasi di Indonesia yang berfokus pada sektor hospitality, enterprise, pendidikan, kesehatan, hingga properti komersial.

Pada Selasa (15/9/2026), Varnion meresmikan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) bersama Omada by TP-Link di Kuala Lumpur, Malaysia, guna menggarap teknologi Wi-Fi 8.

Founder & President Director Varnion Alexander Budiman menyampaikan bahwa kemitraan ini mencakup akses terhadap jajaran perangkat terbaru sekaligus dukungan tim pengembangan Omada untuk kebutuhan riset dan pengujian teknologi.

“Kami membangun Varnion sebagai perusahaan teknologi yang bertumpu pada riset dan pengembangan. Karena itu, kami membutuhkan mitra yang mendukung proses inovasi kami. Omada memberikan akses terhadap perangkat terbaru dan dukungan langsung dari tim pengembangannya,” ujar Alexander dalam keterangan resmi, Selasa (15/9/2026).

Menurutnya, kerja sama tersebut memungkinkan Varnion untuk menguji teknologi berdasarkan kebutuhan implementasi di lapangan serta memberikan masukan langsung kepada tim pengembangan Omada.

Kesepakatan MoU tersebut ditandatangani di tengah rangkaian pengenalan teknologi Wi-Fi 8 di Kuala Lumpur, Malaysia. Teknologi ini dirancang guna meningkatkan keandalan serta konsistensi koneksi, khususnya pada lingkungan berkerapatan perangkat tinggi dan sarat interferensi.

Wi-Fi 8 kini dikembangkan lewat standar IEEE 802.11bn berpendekatan Ultra High Reliability (UHR). Pengembangan tersebut mencakup fitur Coordinated Spatial Reuse serta Coordinated Beamforming untuk mengoptimalkan penggunaan spektrum sekaligus menekan interferensi antarsinyal.

Selain itu, teknologi ini ditujukan untuk meredam lonjakan latensi, meminimalkan potensi kehilangan paket data, dan memuluskan perpindahan koneksi antar-access point (roaming).

Alexander menjelaskan bahwa kebutuhan akan koneksi yang stabil kian melonjak seiring maraknya penggunaan aplikasi berbasis cloud, komunikasi video, perangkat Internet of Things (IoT), hingga layanan berbasis kecerdasan buatan (AI).

“Bagi kami, kualitas jaringan harus dirasakan sampai ke perangkat pelanggan. Di tengah penggunaan spektrum frekuensi yang semakin padat, koneksi perlu tetap stabil ketika banyak perangkat aktif bersamaan, saat pengguna berada di batas jangkauan sinyal, maupun ketika berpindah lokasi,” katanya.

Dia menambahkan bahwa penerapan Wi-Fi 8 oleh Varnion bakal disesuaikan dengan tahapan perkembangan standar, kesiapan perangkat, serta hasil evaluasi teknis.

Sementara itu, Director TP-Link Indonesia Jimmy Gu mengutarakan bahwa kerja sama dengan Varnion ditujukan untuk menyatukan kemampuan teknologi Omada dengan kebutuhan riil para pelanggan di lapangan.

“Kolaborasi dengan Varnion menjadi kesempatan untuk menggabungkan kemampuan teknologi Omada dengan pemahaman terhadap kebutuhan pelanggan di lapangan,” ujar Jimmy.

Terkini