Indika Energy Genjot Bisnis Kendaraan Listrik Sasar Sektor Tambang

Selasa, 15 September 2026 | 01:45:01 WIB
PT Indika Energy Tbk. (INDY).

JAKARTA - PT Indika Energy Tbk. (INDY) terus memperluas jangkauan bisnis kendaraan listrik lewat pembangunan ekosistem terintegrasi, mulai dari penjualan armada, jaringan distribusi, layanan purnajual, infrastruktur pengisian daya, hingga fasilitas pembiayaan.

Pengembangan ekosistem ini sekaligus menjadi bagian dari langkah perseroan untuk memperbanyak portofolio bisnis di luar sektor non-batu bara, sekaligus memanfaaatkan peluang pertumbuhan dari tren elektrifikasi transportasi di Indonesia.

Senior Vice President and Head of CEO Office, Corporate Communications, and Sustainability Indika Energy Ricky Fernando menyampaikan bahwa strategi ini dijalankan perseroan lewat tiga entitas utama, yaitu ALVA untuk segmen motor listrik, PT Ilectra Motor Group atau Invi untuk distribusi bus dan truk listrik bagi sektor industri serta pertambangan, dan Kalista untuk kendaraan listrik komersial berkonsep fleet as a service.

"Pengembangan ekosistem l kendaraan listrik menjadi bagian dari komitmen perseroan untuk mempercepat elektrifikasi transportasi di Indonesia," kepada Bisnis dikutip, Senin (14/9/2026).

Sejauh ini, tuturnya, perkembangan lini bisnis non-batu bara tersebut tecermin dari laju pertumbuhan ALVA. Hingga September 2026, sebanyak 20.000 unit motor listrik ALVA telah terdistribusi di seluruh Indonesia.

Capaian tersebut terbilang sangat melesat. Pasalnya, ALVA baru mencatatkan distribusi 10.000 unit pada Desember 2025. INDY mampu melipatgandakan distribusi menjadi 20.000 unit hanya dalam kurun waktu sekitar sembilan bulan.

Peningkatan penjualan ini turut ditopang oleh penguatan infrastruktur pengisian daya. Jaringan Boost Charge ALVA saat ini telah mengoperasikan lebih dari 580 konektor yang tersebar di wilayah Indonesia.

Tidak sebatas menggarap kendaraan listrik roda dua, Indika Energy juga memperluas ekosistem kendaraan listrik komersial melalui KALISTA. Hingga Juli 2026, KALISTA telah mengampu pengelolaan 101 unit bus listrik.

Perseroan pun konsisten memperluas jaringan fasilitas pengisian daya untuk menopang operasional armada kendaraan listrik tersebut. KALISTA kini mengoperasikan 225 unit charging station di 120 titik lokasi, dengan total kapasitas terpasang mencapai 9,1 MW.

Adapun penyaluran energi listrik lewat jaringan tersebut sudah menembus angka 11.127 MWh. Penguatan infrastruktur ini krusial seiring melonjaknya penggunaan kendaraan listrik, khususnya lini komersial yang memerlukan dukungan pengisian daya secara lebih andal dan luas.

Ke depan, Indika Energy tidak cuma mengandalkan laju pertumbuhan kendaraan listrik dari konsumen ritel. Perseroan mulai memperbesar penerapan kendaraan listrik pada sektor komersial, termasuk lini pertambangan.

Ricky menuturkan bahwa perseroan bakal memperluas jangkauan produk serta layanan sekaligus menggenjot penggunaan kendaraan listrik di beragam sektor.

“Fokus kami adalah memperluas jangkauan produk dan layanan, meningkatkan implementasi kendaraan listrik termasuk di sektor pertambangan, serta memperkuat kolaborasi dengan mitra,” kata Ricky.

Langkah ini membuka peluang bagi Indika Energy untuk mengoptimalkan basis bisnis pertambangannya dalam memicu adopsi kendaraan listrik.

Lewat model bisnis yang mencakup armada kendaraan, infrastruktur pengisian daya, layanan purnajual, serta kemitraan komersial, perseroan berupaya membangun ekosistem EV yang tidak sekadar bertumpu pada penjualan unit, melainkan juga mendulang pendapatan berulang dari layanan pendukung.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per 30 Juni 2026, INDY membukukan pendapatan sebesar US$1,15 miliar, meningkat 19,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar US$956,8 juta.

Seiring kenaikan pendapatan tersebut, laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk melesat ke posisi US$10,2 juta, jauh lebih tinggi dibandingkan capaian US$2,2 juta pada semester I/2025.

Terkini