Serena Williams Kenang Kesulitan Hamil Anak Pertama: Komplikasi yang Nyaris Merenggut Nyawa

Kamis, 17 September 2026 | 18:52:00 WIB

ENERGINEWS.ID — Serena Williams membuka cerita soal kehamilan pertamanya yang nyaris merenggut nyawa pada 2017. Dari pengalaman itu, ia kini memperjuangkan akses layanan kesehatan perempuan yang lebih baik.

Serena Williams mengungkap kisah kehamilan pertamanya yang berjalan jauh dari mulus. Petenis peraih 23 gelar Grand Slam itu mengalami komplikasi serius usai melahirkan putrinya, Alexis Olympia, pada 2017.

Cerita itu ia sampaikan dalam diskusi panel di Forbes Power Women Summit 2026. Pengalaman tersebut membuat Williams lebih peka terhadap persoalan layanan kesehatan perempuan.

Komplikasi Usai Operasi Caesar

Williams melahirkan Alexis Olympia melalui operasi caesar darurat. Setelah persalinan, ia mengalami serangan batuk hebat yang membuat luka operasinya terbuka kembali.

Dokter kemudian menemukan hematoma besar, yakni pembengkakan akibat gumpalan darah di area perutnya. Kondisi itu membuat Williams harus menjalani serangkaian operasi.

Ia juga berjuang selama enam hari melawan emboli paru, kondisi ketika arteri di paru-paru tersumbat gumpalan darah. Situasi ini tergolong darurat dan bisa mengancam nyawa.

Pentingnya Didengarkan Tenaga Medis

Williams menekankan betapa krusialnya keluhan pasien didengar oleh tenaga medis. Ia tahu ada yang tidak beres dengan tubuhnya saat itu dan langsung menyampaikannya.

"Saya tahu ada yang tidak beres dengan kondisi saya, dan sangat penting bagi saya untuk didengarkan. Syukurlah, dokter saya mendengarkan keluhan saya," ujarnya seperti dikutip dari People.

Ia menyebut dirinya sangat beruntung memiliki dokter dan perawat yang benar-benar mendengarkan. Menurut Williams, respons cepat itulah yang secara harfiah menyelamatkan nyawanya.

Bukan Masalah Kelompok Minoritas Semata

Dari pengalamannya, Williams awalnya mengira komplikasi persalinan hanya dialami kelompok minoritas tertentu. Ia kemudian menyadari masalah ini jauh lebih luas dari dugaan awalnya.

"Saat saya menceritakan pengalaman saya, saya tidak menyadari betapa banyak orang yang bisa merasakannya juga," ungkap Williams.

Ia menyebut banyak perempuan dari berbagai latar belakang punya pengalaman melahirkan yang terasa seperti mimpi buruk. Kesadaran itu mendorongnya untuk berbicara lebih terbuka.

Perjuangan Akses Layanan Kesehatan Perempuan

Williams kini aktif memperjuangkan peningkatan akses layanan kesehatan bagi perempuan dan komunitas yang kurang terwakili. Ia menjabat sebagai entrepreneur in residence pertama untuk program Reckitt Catalyst.

Program itu mendukung wirausahawan perempuan mengembangkan solusi di bidang kesehatan, kebersihan, air, dan sanitasi. Williams menyebut kolaborasi ini membuka banyak peluang penting.

Dalam artikel opini yang ia tulis untuk CNN pada 2018, Williams menyoroti solusi sederhana yang kerap belum terpenuhi. Ia menyebut akses ke bidan, fasilitas kesehatan yang berfungsi baik, pemberian ASI, kontak kulit-ke-kulit, air bersih, obat dasar, dan gizi yang baik.

Kapan Ibu Perlu Waspada Usai Melahirkan

Kasus Williams menjadi pengingat bahwa komplikasi persalinan bisa muncul setelah bayi lahir. Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain sesak napas, nyeri dada, batuk hebat, dan luka operasi yang terasa tidak normal.

Pembengkakan atau nyeri hebat di area perut juga patut dicurigai. Jika ibu merasakan ada yang tidak beres dengan tubuhnya, segera sampaikan ke tenaga medis tanpa ragu.

Ibu yang didengar lebih cepat ditangani. Jangan menunggu kondisi memburuk sebelum meminta bantuan.

Pelajaran untuk Ibu Muda

Kisah Serena Williams menunjukkan bahwa kehamilan dan persalinan bisa membawa risiko yang tidak selalu terlihat. Mendengarkan tubuh sendiri dan memastikan keluhan ditanggapi serius adalah langkah penting.

Pengalaman Williams juga membuka mata bahwa masalah layanan kesehatan perempuan bukan persoalan satu kelompok saja. Ini isu bersama yang perlu terus diperjuangkan.

Terkini