ENERGINEWS.ID — Evident Institute mendesak pemerintah menetapkan RKAB 2027 paling lambat pertengahan November 2026 demi menjaga pasokan batu bara untuk pembangkit listrik. Kepastian lebih awal dinilai krusial agar perusahaan tambang bisa menyusun rencana produksi sebelum tahun berjalan dimulai.
Head of Research Evident Institute Antonius Ivan Sudibyo menyebut kepastian tersebut harus dimulai dari penerbitan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2027. Menurutnya, RKAB 2027 idealnya sudah ditetapkan paling lambat pertengahan November 2026.
RKAB 2027 Diminta Terbit Lebih Awal
Antonius menekankan bahwa keterlambatan penerbitan RKAB berdampak langsung pada kemampuan perusahaan tambang menyusun rencana produksi. Ia menilai tenggat pertengahan November 2026 memberi ruang cukup bagi perusahaan untuk bersiap.
"RKAB 2027 seharusnya maksimal sudah terbit pada pertengahan November. Dengan begitu, perusahaan tambang bisa menyusun rencana produksi 2027 dengan baik, termasuk untuk menjaga kebutuhan dalam negeri," ujar Antonius, Kamis (17/9/2026).
Kepastian produksi jadi krusial karena kebutuhan energi domestik, terutama pembangkit listrik, berjalan terus-menerus tanpa jeda. Pemerintah dinilai perlu memastikan ketersediaan sumber pasokan sebelum tahun berjalan dimulai.
Penugasan Pasokan Diminta Jangka Panjang
Selain RKAB, Evident Institute menyoroti perlunya penugasan kepada sumber tambang untuk memenuhi kebutuhan pembangkit listrik dan kewajiban domestic market obligation (DMO) lainnya. Penugasan itu dinilai harus ditetapkan jauh hari sebelum akhir tahun.
"Penugasan dari pemerintah kepada sumber tambang untuk memasok listrik dan kebutuhan DMO dalam negeri lainnya perlu ditetapkan jauh hari sebelum akhir tahun. Listrik menyala 24 jam sehari dan tujuh hari seminggu tanpa libur," katanya.
Antonius juga mendorong pola penugasan diarahkan menjadi jangka panjang, bukan hanya satu tahun. Menurutnya, kepastian semacam itu memberi ruang bagi perusahaan tambang menyusun rencana produksi sekaligus membantu pengguna energi memperoleh kepastian pasokan.
"Penugasan sebaiknya bersifat jangka panjang, bukan tahunan. Dengan begitu, pemasok maupun pengguna bisa menyusun perencanaan dengan lebih baik," ujarnya.
Dampak ke Pasokan Listrik Nasional
Batu bara masih menjadi tulang punggung bauran energi pembangkit listrik nasional. Tanpa kepastian pasokan dari tambang dalam negeri, risiko gangguan pasokan listrik bisa muncul, terutama saat permintaan beban puncak meningkat.
Perusahaan tambang selama ini mengandalkan RKAB sebagai dasar legal produksi tahunan. Jika dokumen itu baru keluar mendekati pergantian tahun, perusahaan menghadapi ketidakpastian dalam mengatur volume produksi, kontrak pengiriman, hingga logistik.
Evident Institute menilai penugasan jangka panjang juga membantu PLN dan pengguna energi lain merencanakan pembelian batu bara dengan lebih stabil. Kepastian harga dan volume pasokan menjadi faktor penting dalam menjaga biaya pokok penyediaan listrik.
Pemerintah belum memberikan respons resmi atas usulan tenggat RKAB 2027 tersebut. Namun dorongan ini menambah tekanan agar proses perizinan tambang tidak menjadi penghambat pasokan energi nasional di tahun mendatang.