Cek Update Harga Sembako Jawa Timur September 2026

Sabtu, 19 September 2026 | 17:53:31 WIB
ILustrasi Pasar Tradisional.

JAKARTA - Harga bahan kebutuhan pokok atau sembako di wilayah Jawa Timur terus menunjukkan fluktuasi harga dari waktu ke waktu.

Pada hari ini, sejumlah komoditas seperti bawang merah, daging ayam ras, daging ayam kampung, serta cabai besar terpantau mengalami penurunan harga.

Di sisi lain, harga minyak goreng curah, minyak goreng kemasan sederhana, daging sapi, dan cabai keriting justru mengalami lonjakan.

Memantau pergerakan harga sembako setiap harinya menjadi sebuah aktivitas penting yang tidak boleh diremehkan oleh masyarakat.

Selain memudahkan warga dalam menyusun anggaran belanja harian, informasi harga ini amat krusial guna menjaga kestabilan pengeluaran.

Langkah pemantauan ini mencegah pengeluaran rumah tangga membengkak di tengah situasi harga pasar yang masih belum menentu.

Sebagai informasi, sembako yang merupakan singkatan dari sembilan bahan pokok adalah kebutuhan dasar harian masyarakat untuk memenuhi gizi.

Kesembilan bahan pokok tersebut meliputi beras, gula pasir, minyak goreng, mentega, daging sapi, daging ayam, telur ayam, susu, bawang, elpiji, dan garam.

Selain kesembilan bahan tersebut, komoditas dapur lain yang tidak kalah krusial adalah ketersediaan dan harga cabai di pasaran.

Berdasarkan Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jawa Timur pada Sabtu, 19 September 2026, berikut rinciannya.

Harga beras premium dipatok Rp15.156 per kilogram dan beras medium Rp13.036 per kilogram. Gula kristal putih dijual seharga Rp17.271 per kilogram.

Minyak goreng curah berada di level Rp20.777 per kilogram, sedangkan kemasan premium Rp22.185 per liter dan kemasan sederhana Rp19.034 per liter.

Untuk daging sapi paha belakang dijual Rp132.145 per kilogram, daging ayam ras Rp38.875 per kilogram, dan ayam kampung Rp68.113 per ekor.

Telur ayam ras seharga Rp24.912 per kilogram, telur ayam kampung Rp46.007 per kilogram, sementara cabai rawit merah tembus Rp63.549 per kilogram.

Secara rata-rata, harga bawang merah di Jawa Timur turun 0,96 persen, daging ayam ras turun 0,58 persen, dan cabai besar turun 2,43 persen.

Sementara itu, minyak goreng curah tercatat naik 1,51 persen, daging sapi naik 0,16 persen, serta cabai keriting naik tipis 0,47 persen.

Perubahan harga sembako ini dipengaruhi oleh banyak faktor eksternal, mulai dari biaya produksi, kebijakan pemerintah, cuaca, hingga nilai tukar.

Jika tingkat permintaan naik namun penawaran barang berkurang atau tetap, harga komoditas akan cenderung mengalami lonjakan di pasaran.

Faktor cuaca ekstrem atau bencana alam juga sangat memengaruhi laju produksi sektor pertanian yang bisa memicu kelangkaan pasokan.

Selain itu, kebijakan terkait impor, pajak, atau regulasi pemerintah lainnya turut memberikan dampak langsung pada dinamika harga sembako.

Kenaikan biaya bahan baku, pupuk, bahan bakar minyak, sampai upah pekerja juga dapat meningkatkan biaya distribusi dan produksi.

Fluktuasi nilai tukar mata uang, terutama untuk bahan pokok yang diimpor, dapat mengerek harga barang menjadi lebih mahal.

Kondisi inflasi yang tinggi serta masalah rantai distribusi seperti hambatan logistik juga memicu keterlambatan pasokan yang membuat harga melambung.

Oleh karena itu, diperlukan pengawasan dan penerapan kebijakan yang tepat dari pihak terkait guna menjaga stabilitas harga di berbagai pasar.

Terkini