Daftar Enam Tanaman Berbahaya di Dunia Termasuk Jagung dan Tembakau

Sabtu, 19 September 2026 | 20:40:01 WIB
Ilustrasi Tanaman jagung.

JAKARTA - Tumbuhan tidak selalu bersifat aman dan mendatangkan manfaat. Di balik tampilannya yang memesona, sejumlah jenis tanaman justru menyimpan kandungan racun yang sanggup mengancam keselamatan manusia apabila tersentuh, terhirup, maupun masuk ke dalam tubuh.

Kandungan racun tersebut sejatinya berfungsi sebagai sistem pertahanan alami tanaman dari berbagai gangguan lingkungan. Dampak negatifnya pun terbilang serius, mulai dari iritasi, gangguan saraf, halusinasi, masalah fungsi jantung, hingga risiko kematian.

Discover Wildlife bersama Royal Horticultural Society (RHS) memetakan jajaran tanaman paling berbahaya di dunia. Menariknya, sebagian dari jenis flora tersebut banyak dijumpai atau dibudidayakan di kawasan Indonesia.

Berikut deretan tanaman beracun yang dinilai paling relevan dengan kondisi di Indonesia:

Buah bintaro (Cerbera odollam)

Spesies ini populer dengan julukan suicide tree. Bagian bijinya menyimpan senyawa cerberin yang dapat mengganggu sistem kerja organ jantung hingga memicu henti jantung. Tanaman ini tumbuh alami di wilayah Jawa, Sumatra, Sulawesi, serta Kalimantan.

Saga rambat (Rosary pea)

Tanaman ini menghasilkan biji berwarna merah dengan aksen hitam yang kerap dijadikan bahan perhiasan. Namun, bijinya mengandung toksin abrin yang sangat kuat. Jika biji rusak atau dikunyah, racun yang terserap tubuh dapat menyebabkan mual, muntah, kejang, kerusakan organ, dan kematian.

Bunga mentega (Oleander)

Tumbuhan ini digemari sebagai tanaman hias karena bunganya yang berwarna merah muda indah. Meski begitu, seluruh bagiannya mengandung cardiac glycosides yang bisa merusak irama jantung bila tertelan. Tanaman ini telah lama tumbuh di Jawa dan Kepulauan Sunda Kecil.

Kecubung (Datura metel)

Kecubung merupakan tanaman semak berbuah berduri yang kerap dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional. Kendati demikian, kecubung menyimpan senyawa beracun yang sanggup merusak sistem saraf, memicu halusinasi, gangguan detak jantung, kejang, hingga ancaman jiwa jika disalahgunakan.

Tembakau (Nicotiana tabacum)

Seluruh bagian tembakau mengandung konsentrasi alkaloid tinggi, terutama nikotin. Tembakau beracun jika dikonsumsi langsung, sementara asap rokok dari olahannya menyebabkan jutaan kematian secara global setiap tahun. Tanaman ini telah dibudidayakan secara komersial di Indonesia.

Jagung (Zea mays)

Jagung sejatinya bukan tanaman beracun murni. Namun, konsumsi jagung sebagai makanan pokok jangka panjang tanpa proses khusus yang membantu tubuh menyerap vitamin B3 (niasin) dapat memicu penyakit pellagra yang berisiko fatal jika tak ditangani.

Selain itu, jagung yang disimpan dalam kondisi lembap rentan terkontaminasi jamur penghasil mikotoksin, seperti aflatoksin dan fumonisin. Jika jagung berubah warna, berbau aneh, atau membusuk, bahan pangan ini wajib dihindari karena proses memasak tidak menghilangkan racunnya.

Di samping potensi bahayanya, sifat beracun tidak serta-merta menghilangkan nilai ekonomis suatu tumbuhan. Tembakau dan jagung merupakan contoh nyata komoditas bernilai ekonomi tinggi untuk industri pangan, pakan, maupun bahan baku komersial.

Oleh karena itu, status tanaman beracun tidak lantas membuatnya tidak berguna. Kuncinya terletak pada pemahaman cara pemanfaatan dan pengelolaan bagian tanaman secara tepat agar potensi bahayanya dapat dihindari.

Terkini