JAKARTA - Perdagangan mata uang pada hari ini, Selasa 6 Januari 2025, menunjukkan penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 09.00 WIB, rupiah dibuka menguat 0,01% di level Rp16.739 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS menguat tipis sebesar 0,04% di level 98,31. Tren ini menggambarkan optimisme pelaku pasar terhadap stabilitas ekonomi Indonesia, meskipun ada ketegangan global yang mempengaruhi pergerakan mata uang.
Kondisi Pasar Mata Uang Global yang Memengaruhi Rupiah
Kenaikan nilai tukar rupiah tidak hanya terjadi secara lokal. Beberapa mata uang utama Asia juga tercatat menguat terhadap dolar AS. Dolar Singapura dan yuan China, misalnya, masing-masing tercatat menguat sebesar 0,04% dan 0,07%. Sementara itu, ringgit Malaysia dan baht Thailand menunjukkan penguatan yang lebih signifikan dengan masing-masing 0,33% dan 0,23%.
Di sisi lain, mata uang lainnya seperti yen Jepang, dolar Hong Kong, dan won Korea Selatan mengalami pelemahan terhadap dolar AS, meskipun dalam jumlah yang sangat kecil. Kondisi ini menunjukkan adanya ketidakpastian pasar yang dapat mempengaruhi arah pergerakan mata uang ke depannya.
Proyeksi Pergerakan Rupiah Hari Ini
Ibrahim Assuaibi, Direktur Traze Andalan Futures, memperkirakan bahwa nilai tukar rupiah akan bergerak fluktuatif pada hari ini. Ia memperkirakan rupiah akan bergerak pada rentang Rp16.740 hingga Rp16.770 per dolar AS. Meskipun ada sedikit penguatan, pergerakan rupiah masih dipengaruhi oleh sentimen pasar global yang tidak stabil.
Fokus Pasar Pada Kebijakan The Fed dan Data AS
Meskipun ada ketegangan internasional, seperti penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro oleh AS, pasar valuta asing tampaknya lebih fokus pada data ekonomi yang akan dirilis oleh AS minggu ini.
Rangkaian data makroekonomi AS ini, termasuk angka manufaktur ISM dan laporan non-farm payrolls pada hari Jumat, akan menjadi faktor penting dalam menentukan arah kebijakan suku bunga The Fed.
Analis pasar keuangan senior di Capital.com, Kyle Rodda, berpendapat bahwa pasar tidak terlalu mencerminkan risiko dari peristiwa di Venezuela. Sebaliknya, pasar lebih tertarik pada data AS yang dapat memberikan petunjuk mengenai kemungkinan pemangkasan suku bunga yang lebih lambat pada tahun ini.
Para investor saat ini memprediksi akan ada dua kali pemangkasan suku bunga oleh The Fed pada tahun 2026, yang tentu saja dapat mempengaruhi nilai tukar dolar AS.
Kurs Dolar AS di Bank-Bank Besar Indonesia Hari Ini
Berikut adalah kurs jual beli dolar AS di beberapa bank besar Indonesia pada Selasa, 6 Januari 2026:
Kurs BCA
Kurs beli dolar AS: Rp16.748
Kurs jual dolar AS: Rp16.768
Untuk transaksi melalui TT counter, harga beli tercatat Rp16.575 dan harga jual Rp16.875.
Kurs BRI
Kurs beli dolar AS: Rp16.735
Kurs jual dolar AS: Rp16.762
Untuk transaksi melalui TT counter, harga beli tercatat Rp16.650 dan harga jual Rp16.850.
Kurs Bank Mandiri
Kurs beli dolar AS: Rp16.730
Kurs jual dolar AS: Rp16.760
Untuk transaksi melalui TT counter, harga beli tercatat Rp16.550 dan harga jual Rp16.850.
Kurs BNI
Kurs beli dolar AS: Rp16.746
Kurs jual dolar AS: Rp16.776
Untuk transaksi melalui TT counter, harga beli tercatat Rp16.585 dan harga jual Rp16.885.
Dolar AS Tetap Perkasa di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global
Dolar AS terus menunjukkan kekuatan meskipun ada ketidakpastian politik dan ekonomi global. Sebagian besar pelaku pasar menantikan keputusan kebijakan The Fed, terutama terkait dengan suku bunga. Selain itu, data ekonomi AS yang dirilis pada pekan ini juga diharapkan memberikan petunjuk lebih lanjut mengenai arah ekonomi global dan kebijakan moneter AS.
Meskipun nilai tukar dolar AS menunjukkan tren positif, beberapa analisis juga memperkirakan adanya tekanan terhadap dolar AS di masa mendatang, terutama jika kebijakan The Fed lebih dovish dari yang diperkirakan.
Keputusan Politik AS Berpotensi Mempengaruhi Pasar Mata Uang
Selain fokus pada data ekonomi, keputusan politik AS, seperti siapa yang akan menggantikan Jerome Powell sebagai Ketua The Fed, juga akan memengaruhi pergerakan dolar AS. Presiden AS, Donald Trump, berencana mengumumkan pilihannya untuk Ketua The Fed bulan ini.
Pasar mengharapkan calon yang mendukung kebijakan suku bunga rendah, yang mungkin dapat memberikan dampak jangka panjang pada nilai tukar dolar AS.
Penutupan Pasar Dolar AS dan Rupiah: Menanti Arah Kebijakan The Fed
Secara keseluruhan, penguatan rupiah hari ini memberikan angin segar bagi perekonomian Indonesia di tengah gejolak pasar mata uang global. Namun, ketidakpastian yang ditimbulkan oleh kebijakan ekonomi AS dan politik domestik tetap menjadi faktor yang harus diperhatikan para pelaku pasar.
Penting bagi investor dan pelaku pasar untuk terus memantau data makroekonomi yang akan rilis dalam waktu dekat, terutama data dari AS yang berpotensi memberikan petunjuk mengenai langkah The Fed selanjutnya dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global.