JAKARTA - Memasuki tahun 2026, geliat sektor properti kembali menunjukkan sinyal positif di tengah kondisi suku bunga yang relatif rendah. Pelaku usaha pun mulai menyiapkan langkah strategis untuk menangkap peluang pertumbuhan jangka panjang secara lebih terstruktur.
PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk (CSIS) memilih memperkuat fondasi bisnisnya melalui rencana pendirian anak usaha baru di bidang perumahan. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perseroan dalam merespons momentum sektor properti yang dinilai semakin kondusif.
Perseroan menyampaikan bahwa pendirian anak usaha tersebut akan difokuskan pada segmen perumahan. Entitas baru ini akan menggunakan nama PT Perumahan sebagai kendaraan bisnis pengembangan hunian.
Manajemen CSIS menyebut bahwa rencana tersebut akan diajukan kepada pemegang saham. Persetujuan direncanakan diperoleh melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa.
RUPSLB terkait pendirian anak usaha ini diperkirakan akan digelar pada awal kuartal II 2026. Agenda ini menjadi langkah formal sebelum realisasi pengembangan bisnis perumahan dilakukan.
Strategi Diversifikasi Bisnis CSIS di Sektor Perumahan
Founder PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk, Tjoea Aubintoro, menjelaskan bahwa pendirian anak usaha perumahan dilandasi optimisme terhadap prospek industri properti. Menurutnya, tahun 2026 merupakan momentum yang tepat bagi pengembangan sektor perumahan.
Optimisme tersebut didorong oleh kondisi makroekonomi yang mendukung. Salah satu faktor utamanya adalah rezim suku bunga rendah yang telah berlangsung cukup lama.
“Seiring dengan rezim suku bunga rendah yang telah berlangsung cukup lama dan diperkirakan masih akan berlanjut,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa, 6 Januari 2026. Pernyataan ini mencerminkan keyakinan manajemen terhadap keberlanjutan iklim investasi properti.
Pendirian PT Perumahan menjadi bagian dari upaya diversifikasi pendapatan CSIS. Langkah ini juga ditujukan untuk memperkuat struktur bisnis secara berkelanjutan.
Manajemen menilai diversifikasi menjadi penting untuk menjaga stabilitas kinerja jangka panjang. Dengan menambah lini usaha baru, perseroan berharap memiliki sumber pendapatan yang lebih seimbang.
Pengembangan anak usaha ini juga diselaraskan dengan visi jangka panjang perusahaan. CSIS ingin membangun fondasi bisnis yang adaptif terhadap kebutuhan pasar.
Dalam konteks tersebut, sektor perumahan dipandang memiliki potensi besar. Permintaan hunian yang tinggi menjadi peluang yang terus terbuka.
Konsep Technohome dan Pengembangan Hunian Knockdown
Tjoea memaparkan bahwa anak usaha baru akan dikembangkan sebagai bagian dari ekosistem Technohome. Konsep ini mengusung hunian knockdown dengan tingkat efisiensi yang tinggi.
Ekosistem Technohome dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan rumah yang cepat dibangun. Selain itu, konsep ini juga menekankan keterjangkauan harga dan kualitas bangunan.
“Melalui ekosistem ini, perseroan mengarahkan pengembangan hunian yang cepat dibangun, terjangkau, dan berkualitas, sekaligus memperluas akses kepemilikan rumah bagi masyarakat,” terangnya. Pernyataan ini menegaskan fokus sosial dan komersial dari proyek tersebut.
Hunian knockdown memungkinkan proses konstruksi dilakukan lebih singkat. Dengan metode ini, waktu pembangunan dapat ditekan tanpa mengorbankan mutu.
CSIS menilai efisiensi menjadi kunci dalam pengembangan perumahan skala besar. Konsep Technohome diharapkan mampu menjawab tantangan tersebut.
Pada tahap awal, anak usaha perumahan ini menargetkan kapasitas produksi yang signifikan. Perseroan menyasar produksi hingga 150.000 unit rumah per tahun.
Saat ini, produk hunian yang disiapkan terdiri dari tipe 36 dan tipe 45. Harga yang ditawarkan dimulai dari sekitar Rp150 juta per unit.
Produksi hunian akan dilakukan secara bertahap mulai tahun 2026. Target kapasitas penuh direncanakan tercapai pada tahun 2028.
Berikut gambaran awal rencana pengembangan hunian oleh anak usaha CSIS:
| Komponen Pengembangan | Rencana Awal |
|---|---|
| Jenis Hunian | Knockdown |
| Tipe Rumah | Tipe 36 dan Tipe 45 |
| Harga Mulai | Sekitar Rp150 juta |
| Produksi Tahunan | Hingga 150.000 unit |
| Mulai Produksi | Tahun 2026 |
| Target Kapasitas Penuh | Tahun 2028 |
Tabel tersebut memberikan gambaran umum arah pengembangan anak usaha perumahan. Informasi ini menjadi acuan awal bagi pemangku kepentingan.
Dukungan Program Nasional dan Peran Sosial Perusahaan
Selain memenuhi kebutuhan hunian masyarakat, konsep hunian cepat bangun ini memiliki fungsi lain. Desainnya memungkinkan digunakan sebagai solusi perumahan pascabencana.
Hunian knockdown dinilai cocok untuk kondisi darurat. Proses pembangunan yang cepat menjadikannya alternatif hunian sementara yang layak dan berkelanjutan.
CSIS menilai peran sosial menjadi bagian penting dari pengembangan bisnis. Melalui anak usaha perumahan, perseroan ingin berkontribusi lebih luas.
Tjoea menyampaikan bahwa pemerintah menunjukkan keseriusan dalam membenahi sektor perumahan. Hal ini tercermin dari berbagai kebijakan yang tengah disiapkan.
“Pemerintah Indonesia menunjukkan keseriusan dalam membenahi sektor perumahan melalui berbagai kebijakan, antara lain rencana pembentukan lembaga baru serta pemberian insentif fiskal,” kata Tjoea. Kebijakan tersebut dinilai menjadi katalis bagi pertumbuhan sektor perumahan.
Dukungan kebijakan pemerintah memperkuat keyakinan CSIS. Perseroan melihat adanya keselarasan antara strategi bisnis dan agenda nasional.
Ke depan, CSIS berharap pengembangan anak usaha perumahan dapat berkontribusi nyata. Kontribusi tersebut diharapkan sejalan dengan agenda pembangunan nasional.
Salah satu agenda yang disorot adalah program Asta Cita di sektor perumahan. Program ini bertujuan meningkatkan akses masyarakat terhadap hunian layak.
CSIS juga melihat peluang untuk membantu mengatasi tantangan kepemilikan rumah. Saat ini, sekitar 29 juta masyarakat Indonesia masih belum memiliki rumah.
Angka tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pengembang. Permintaan hunian yang besar menciptakan ruang pertumbuhan yang luas.
Dengan harga yang terjangkau, CSIS berharap produknya dapat menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat. Pendekatan ini diharapkan mampu memperluas basis konsumen.
Manajemen menegaskan bahwa keberhasilan anak usaha perumahan tidak hanya diukur dari volume penjualan. Dampak sosial juga menjadi indikator penting.
Melalui konsep hunian cepat bangun, perseroan ingin menghadirkan solusi praktis. Solusi ini diharapkan relevan dengan kondisi ekonomi masyarakat.
Secara keseluruhan, pendirian anak usaha perumahan menjadi langkah strategis CSIS. Perseroan menyiapkan fondasi bisnis untuk pertumbuhan jangka panjang.
Dengan memanfaatkan momentum properti 2026, CSIS optimistis dapat menciptakan nilai berkelanjutan. Langkah ini diharapkan memperkuat posisi perseroan di industri properti nasional.