PT Bumi Resources

PT Bumi Resources Perubahan Kepemilikan Saham BUMI Setelah Chengdong Lepas Miliaran Lembar

PT Bumi Resources Perubahan Kepemilikan Saham BUMI Setelah Chengdong Lepas Miliaran Lembar
PT Bumi Resources Perubahan Kepemilikan Saham BUMI Setelah Chengdong Lepas Miliaran Lembar

JAKARTA - Perubahan struktur kepemilikan kembali terjadi pada saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan langsung menyita perhatian pelaku pasar. 

Emiten batubara milik Grup Bakrie ini mencatat adanya aksi penjualan saham dalam jumlah besar oleh salah satu pemegang sahamnya, Chengdong Corporation. Aksi tersebut dilakukan secara bertahap dalam rentang waktu yang relatif singkat, sehingga memunculkan dinamika baru pada komposisi pemegang saham BUMI.

Informasi ini disampaikan secara resmi melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia. Penjualan saham dalam jumlah miliaran lembar tersebut bukan hanya mengubah porsi kepemilikan Chengdong Corporation, tetapi juga berpotensi memengaruhi sentimen pasar terhadap pergerakan saham BUMI. Investor pun mencermati detail transaksi untuk memahami arah strategi pemegang saham dan implikasinya bagi emiten.

Rangkaian transaksi penjualan saham

BUMI mengumumkan bahwa Chengdong Corporation telah melakukan penjualan saham perseroan secara berulang. Transaksi tersebut berlangsung sejak 23 Desember 2025 hingga 8 Januari 2026. Selama periode tersebut, Chengdong Corporation melepas sebagian kepemilikannya melalui mekanisme perdagangan di pasar.

Dalam keterbukaan informasi di BEI, disebutkan bahwa total saham BUMI yang dijual mencapai 3.713.353.900 saham. Jumlah ini mencerminkan skala transaksi yang signifikan, mengingat kepemilikan awal Chengdong Corporation berada di kisaran jutaan hingga puluhan miliar lembar saham. Penjualan bertahap ini menunjukkan adanya strategi pelepasan kepemilikan yang terencana.

Harga transaksi dan potensi nilai penjualan

Saham BUMI yang dilepas Chengdong Corporation dijual pada kisaran harga Rp 363 per saham hingga Rp 461 per saham. Rentang harga tersebut mencerminkan fluktuasi pergerakan saham BUMI selama periode transaksi berlangsung. Dengan variasi harga tersebut, nilai penjualan saham pun menjadi cukup besar.

Berdasarkan perhitungan dari kisaran harga tersebut, Chengdong Corporation berpeluang mengantongi dana sekitar Rp 1,35 triliun hingga Rp 1,71 triliun. Nilai ini menggambarkan besarnya potensi hasil yang diperoleh dari aksi divestasi tersebut. Angka tersebut sekaligus menegaskan bahwa transaksi ini merupakan salah satu aksi korporasi penting di awal 2026.

Tujuan divestasi ditegaskan manajemen

Manajemen Chengdong Corporation secara terbuka menjelaskan alasan di balik penjualan saham BUMI tersebut. Dalam keterbukaan informasi yang dirilis kepada publik, manajemen menyebutkan bahwa tujuan transaksi adalah untuk divestasi. Pernyataan ini menegaskan bahwa aksi penjualan dilakukan sebagai bagian dari strategi pengelolaan portofolio.

"Tujuan transaksi ini adalah untuk divestasi," tulis Manajemen Chengdong Corporation dalam keterbukaan informasi, Selasa (13/1/2026). Penegasan ini menjadi penting untuk memberikan kejelasan kepada investor bahwa tidak ada isu lain di luar strategi divestasi yang melatarbelakangi aksi tersebut.

Perubahan porsi kepemilikan Chengdong

Setelah rangkaian transaksi penjualan saham tersebut, porsi kepemilikan Chengdong Corporation di BUMI mengalami penurunan. Sebelumnya, Chengdong tercatat memiliki 22.276.410.130 saham atau setara dengan 5,99 persen dari total saham BUMI yang beredar.

Usai transaksi, kepemilikan tersebut berkurang menjadi 18.563.056.230 saham atau sekitar 4,99 persen. Penurunan ini membuat porsi kepemilikan Chengdong Corporation turun di bawah ambang 5 persen. Perubahan tersebut otomatis memengaruhi struktur pemegang saham perseroan dan menjadi catatan penting bagi pasar.

Respons pasar terhadap aksi korporasi

Aksi penjualan saham dalam jumlah besar ini turut tercermin pada pergerakan harga saham BUMI di pasar. Pada perdagangan intraday Selasa , harga saham BUMI tercatat mengalami koreksi. Saham emiten batubara ini turun 5,05 persen ke level Rp 414 per saham.

Koreksi tersebut mencerminkan respons jangka pendek pasar terhadap adanya tekanan jual. Meski demikian, pergerakan harian ini tidak berdiri sendiri dan perlu dilihat dalam konteks kinerja saham secara keseluruhan. Investor umumnya mencermati apakah tekanan tersebut bersifat sementara atau berlanjut dalam jangka menengah.

Kinerja saham BUMI secara year to date

Jika dilihat dari perspektif yang lebih luas, kinerja saham BUMI sejak awal tahun masih menunjukkan tren positif. Hingga perdagangan pada 13 Januari 2026, harga saham BUMI tercatat melesat 13,11 persen secara year to date. Kenaikan ini menunjukkan bahwa minat pasar terhadap saham BUMI masih relatif terjaga.

Dengan demikian, koreksi harian yang terjadi pasca aksi divestasi Chengdong Corporation belum menghapus capaian positif tersebut. Pasar masih menimbang fundamental emiten, prospek sektor batubara, serta dinamika kepemilikan saham dalam menilai pergerakan selanjutnya. Ke depan, perhatian investor akan tertuju pada langkah lanjutan para pemegang saham serta kinerja operasional BUMI.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index