Alvaro Arbeloa

Alvaro Arbeloa Tegaskan Tak Ingin Jadi Mourinho Baru di Real Madrid

Alvaro Arbeloa Tegaskan Tak Ingin Jadi Mourinho Baru di Real Madrid
Alvaro Arbeloa Tegaskan Tak Ingin Jadi Mourinho Baru di Real Madrid

JAKARTA - Langkah awal Alvaro Arbeloa sebagai pelatih utama Real Madrid langsung diwarnai pernyataan tegas mengenai arah kepemimpinannya. 

Di tengah sorotan besar yang selalu mengiringi kursi pelatih Los Blancos, Arbeloa memilih menyampaikan pesan jelas sejak hari pertama. Ia ingin dikenal sebagai dirinya sendiri, bukan bayangan dari sosok legendaris lain.

Penunjukan Arbeloa terjadi setelah berakhirnya periode singkat Xabi Alonso di Santiago Bernabeu. Perubahan ini membuat publik dan media segera menyoroti bagaimana Arbeloa akan membawa tim ke depan, terutama mengingat latar belakangnya sebagai mantan pemain yang sangat memahami budaya klub.

Sebagai figur yang tumbuh dari sistem internal Real Madrid, Arbeloa menyadari sepenuhnya ekspektasi tinggi yang melekat pada posisinya. Namun, ia menegaskan tidak ingin terjebak pada perbandingan dengan pelatih-pelatih besar masa lalu.

Pendekatan tersebut mulai tampak sejak persiapan laga pertamanya. Arbeloa ingin membangun identitas sendiri dan menunjukkan arah baru melalui performa tim di lapangan.

Sikap tegas Arbeloa sejak hari pertama

Sejak diperkenalkan sebagai pelatih utama, Arbeloa menegaskan bahwa ia tidak ingin sekadar meniru gaya pelatih mana pun yang pernah sukses di Real Madrid. Ia memilih bersikap terbuka namun realistis terhadap tantangan yang akan dihadapi.

Sorotan publik tak terelakkan, terutama karena banyak pihak membandingkannya dengan Jose Mourinho, sosok yang memiliki pengaruh besar dalam sejarah modern klub. Namun, Arbeloa menilai perbandingan semacam itu justru bisa menjadi jebakan.

Baginya, keberhasilan di Real Madrid tidak ditentukan oleh seberapa mirip seorang pelatih dengan pendahulunya. Identitas dan kejujuran terhadap diri sendiri justru menjadi fondasi utama dalam membangun tim.

Arbeloa menegaskan bahwa fokusnya adalah menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan kompetitif, tanpa harus meniru pendekatan ekstrem atau kontroversial.

Tidak ingin menjadi Mourinho baru

Arbeloa secara terbuka mengakui bahwa Jose Mourinho memiliki pengaruh besar dalam perjalanan kariernya. Pengalaman bekerja di bawah pelatih asal Portugal itu meninggalkan banyak pelajaran berharga yang masih ia pegang hingga kini.

Meski demikian, Arbeloa menegaskan bahwa ia tidak berniat menjadikan dirinya replika Mourinho. Menurutnya, setiap pelatih harus memiliki identitas yang sesuai dengan karakter dan nilai pribadinya.

“Saya belum berbicara dengannya sejak ditunjuk. Merupakan sebuah kehormatan besar pernah dilatih olehnya, dan kami memiliki hubungan yang sangat baik,” ungkap Arbeloa di situs resmi klub.

“Saya membawa pengaruh itu, tetapi saya akan tetap menjadi Alvaro Arbeloa. Jika saya mencoba menjadi Mourinho, saya tahu saya akan gagal dengan cara yang sangat buruk,” tambahnya.

Terbentuk dari banyak pelatih hebat

Selama karier profesionalnya, Arbeloa bekerja dengan berbagai pelatih papan atas di level klub dan tim nasional. Setiap sosok tersebut memberikan kontribusi penting dalam membentuk cara pandangnya terhadap sepak bola.

Ia menilai keberagaman pendekatan tersebut justru menjadi kekuatan. Arbeloa tidak ingin terpaku pada satu filosofi, melainkan mengombinasikan berbagai nilai yang menurutnya relevan.

“Saya dilatih oleh banyak pelatih hebat dan semuanya berbeda satu sama lain. Mereka semua berperan penting dalam perjalanan saya,” tutur Arbeloa.

“Masing masing punya gaya sendiri, dan saya mencoba mengambil yang terbaik dari mereka. Banyak di antara mereka adalah legenda, dan saya berharap perjalanan saya bisa berjalan setengah sebaik mereka,” imbuhnya.

Warisan sebagai pemain Real Madrid

Nama Arbeloa bukan sosok asing bagi pendukung Real Madrid. Selama memperkuat klub pada periode 2009 hingga 2016, ia menjadi bagian penting dari skuad yang meraih berbagai gelar bergengsi.

Pengalaman tersebut memberinya pemahaman mendalam tentang standar tinggi yang selalu dijunjung klub. Ia tahu betul apa yang diharapkan dari seorang pelatih Real Madrid, baik dari manajemen maupun suporter.

Sebagai mantan pemain, Arbeloa juga memahami dinamika ruang ganti. Hal ini menjadi modal penting dalam membangun komunikasi dengan para pemain di fase awal kepelatihannya.

Ia berharap pengalaman tersebut membantunya menjaga keseimbangan antara tuntutan hasil dan proses pengembangan tim.

Antusiasme jelang laga perdana

Arbeloa akan menjalani laga pertamanya sebagai pelatih utama Real Madrid pada Kamis, 15 Januari 2026. Los Blancos dijadwalkan menghadapi Albacete di babak 16 besar Copa del Rey.

Ia menilai kondisi skuad berada dalam situasi yang positif meski baru melewati masa transisi. Semangat dan motivasi para pemain menjadi sinyal baik menjelang pertandingan penting tersebut.

“Saya menemukan grup pemain yang penuh dengan hasrat dan keinginan. Semua ingin segera berada di lapangan meski pekan ini cukup menguras tenaga,” beber Arbeloa.

“Mereka ingin menang, berjuang untuk segalanya, dan menikmati prosesnya. Itulah esensi sepak bola bagi kami,” pungkasnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index