SDM

Vokasi Industri 2025: Kemenperin Cetak 5.386 SDM Lulusan Siap Kerja dengan Kompetensi Global

Vokasi Industri 2025: Kemenperin Cetak 5.386 SDM Lulusan Siap Kerja dengan Kompetensi Global
Vokasi Industri 2025: Kemenperin Cetak 5.386 SDM Lulusan Siap Kerja dengan Kompetensi Global

JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus membuktikan komitmennya dalam memperkuat daya saing industri nasional melalui penyediaan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten.

Sepanjang tahun 2025, melalui 22 unit pendidikan vokasi di bawah naungannya, Kemenperin berhasil meluluskan ribuan siswa dan mahasiswa yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan dunia usaha dan industri (DUDI).

Performa Lulusan dan Serapan Industri

Lulusan pendidikan vokasi Kemenperin tidak hanya dibekali kemampuan teknis, tetapi juga adaptabilitas terhadap teknologi terbaru.

Total Lulusan 2025: 5.386 siswa dan mahasiswa.

Tingkat Serapan Awal: 68 persen lulusan langsung terserap ke dunia industri saat prosesi kelulusan.

Target Masa Depan: Kemenperin menargetkan 100 persen keterserapan dalam waktu enam bulan setelah kelulusan.

Gebrakan Global: Program Luban–Mozi College

Salah satu bukti penguatan kompetensi internasional adalah keberhasilan Program Luban–Mozi College. Program ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) melalui Politeknik ATK Yogyakarta dengan mitra asal Tiongkok, yaitu Sailun Group dan Qingdao Technical College (QTC).

Poin Penting Program Internasional:

Fokus Studi: Kompetensi industri kulit, karet, dan plastik.

Teknologi Modern: Kurikulum mengintegrasikan pemanfaatan Internet of Things (IoT), Artificial Intelligence (AI), serta konsep smart manufacturing.

Kemampuan Bahasa: Peserta dibekali kemampuan Bahasa Mandarin, bahkan sebagian berhasil lulus simulasi ujian HSK Level 3 dan Level 4.

Penempatan Kerja: Para lulusan program ini akan memulai karier profesional mereka di Sailun Manufacturing Indonesia yang berlokasi di Demak, Jawa Tengah.

Mencetak "Smart Talent" untuk Era Industri Modern

Kepala BPSDMI, Doddy Rahadi, menegaskan bahwa SDM industri masa depan harus memiliki profil smart talent. Hal ini mencakup kombinasi antara keahlian teknis (hard skill) dan kemampuan beradaptasi dengan transformasi digital.

Target Keberlanjutan

Kemenperin melalui Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri (PPPVI) berkomitmen untuk:

Melanjutkan pengiriman angkatan mahasiswa berikutnya ke program kelas industri internasional.

Memperluas kolaborasi strategis dengan berbagai mitra global.

Memastikan integrasi antara dunia pendidikan dan kebutuhan nyata manufaktur di lapangan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index