Kemenhub

Kemenhub Alihkan 48 Jembatan Timbang Jadi Rest Area Strategis Selama Lebaran 2026

Kemenhub Alihkan 48 Jembatan Timbang Jadi Rest Area Strategis Selama Lebaran 2026
Kemenhub Alihkan 48 Jembatan Timbang Jadi Rest Area Strategis Selama Lebaran 2026

JAKARTA - Menghadapi arus mudik Lebaran 2026 yang diprediksi akan mencapai puncaknya pada pertengahan April, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengambil langkah inovatif untuk meningkatkan keselamatan jalan.

 Kemenhub secara resmi mengumumkan pengalihan fungsi sementara 48 Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) atau jembatan timbang menjadi tempat istirahat (rest area) bagi para pemudik. Kebijakan ini diambil untuk menekan angka kecelakaan akibat kelelahan pengemudi, sekaligus mengurai kepadatan di tempat istirahat reguler yang seringkali melebihi kapasitas.

Langkah ini merupakan bagian dari manajemen lalu lintas terpadu untuk memastikan kelancaran distribusi logistik dan kenyamanan pemudik di jalur-jalur utama, seperti Pantai Utara (Pantura) Jawa, jalur lintas Sumatera, dan beberapa titik krusial di Sulawesi.

Fasilitas Pelayanan: Dari Pengawasan Beban Menjadi Pusat Relaksasi

Pengalihan fungsi ini tidak hanya sekadar menyediakan lahan parkir, tetapi juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung yang manusiawi. Setiap jembatan timbang yang dijadikan rest area akan menyediakan area istirahat tertutup, fasilitas sanitasi (toilet dan tempat wudu), ruang laktasi, hingga posko kesehatan dasar.

Pihak Kemenhub juga menggandeng UMKM lokal dan sektor swasta untuk menyediakan posko logistik ringan seperti makanan dan minuman gratis atau berbayar. Dengan memanfaatkan lahan jembatan timbang yang biasanya luas, para pemudik—terutama pengendara sepeda motor dan pengemudi truk—dapat beristirahat dengan lebih aman tanpa harus mengganggu bahu jalan yang berisiko memicu kecelakaan tabrak belakang.

Strategi Pengaturan Logistik: Moratorium Penimbangan Kendaraan Berat

Selama periode angkutan Lebaran, Kemenhub memberlakukan moratorium atau penghentian sementara kegiatan penimbangan kendaraan bermotor di 48 titik tersebut. Hal ini dilakukan karena adanya pembatasan operasional angkutan barang sumbu tiga ke atas pada hari-hari puncak mudik dan balik. Dengan demikian, jembatan timbang yang biasanya berfungsi sebagai alat kontrol beban jalan, kini "dipinjamkan" sepenuhnya untuk kepentingan kemanusiaan dan kelancaran arus lalu lintas.

Meskipun fungsi penimbangan dihentikan, petugas Dinas Perhubungan tetap bersiaga di lokasi. Mereka beralih peran menjadi petugas pengatur lalu lintas dan informan bagi pemudik yang membutuhkan navigasi atau bantuan darurat. Sinergi ini diharapkan dapat menciptakan pengalaman mudik yang lebih terorganisir di jalur non-tol.

Titik Lokasi Strategis di Jalur Mudik Utama

Sebaran 48 jembatan timbang ini dipilih berdasarkan tingkat kepadatan jalur. Di Pulau Jawa, fokus utama berada di sepanjang jalur Pantura dan Jalur Lintas Selatan, mengingat kedua jalur ini masih menjadi pilihan utama bagi pemudik motor dan kendaraan pribadi non-tol. Sementara di Sumatera, jembatan timbang di Lintas Timur dan Lintas Tengah akan dioptimalkan untuk menjadi titik lelah bagi pemudik jarak jauh yang menuju Medan atau Padang.

Kemenhub mengimbau agar para pemudik tidak memaksakan diri berkendara lebih dari empat jam berturut-turut. Keberadaan jembatan timbang yang diubah menjadi rest area ini diharapkan dapat menjadi opsi yang lebih tenang dan tidak terlalu sesak dibandingkan rest area di dalam tol yang sering kali mengalami antrean panjang hingga ke badan jalan.

Komitmen Keselamatan: Target "Zero Accident" Angkutan Lebaran 2026

Menteri Perhubungan menegaskan bahwa keselamatan adalah aspek yang tidak bisa ditawar. Pengalihan fungsi UPPKB ini adalah salah satu instrumen penting dalam mencapai target penurunan angka kecelakaan lalu lintas nasional. Dengan memberikan ruang istirahat yang layak dan tersebar merata, risiko kecelakaan akibat kantuk (microsleep) dapat diminimalisir.

Kemenhub akan terus melakukan evaluasi terhadap efektivitas pengalihan fungsi ini. Jika hasilnya positif, model pemanfaatan aset negara untuk kepentingan publik di masa libur panjang akan terus dikembangkan dan diperluas di tahun-tahun mendatang. Mari jadikan mudik 2026 sebagai perjalanan yang tidak hanya berkesan, tetapi juga aman bagi semua pengguna jalan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index