JAKARTA — Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin menegaskan bahwa pembangunan hunian vertikal di kawasan Manggarai yang memanfaatkan aset perusahaan mendukung program pemerintah dalam menyediakan tiga juta rumah rakyat.
Proyek hunian terjangkau berbasis Transit Oriented Development (TOD) ini hadir untuk menyediakan hunian yang layak, terjangkau, dan berkelanjutan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
"Ini bukan semata-mata dimulainya sebuah pekerjaan fisik. Momentum ini merupakan penegasan bahwa aset perkeretaapian yang strategis dapat dioptimalkan secara bertanggung jawab untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat," kata Bobby dalam Groundbreaking Hunian Terjangkau Manggarai di Jakarta, Jumat (21/8/2026).
Bobby menyampaikan bahwa penyediaan rumah berkualitas untuk masyarakat berpenghasilan rendah merupakan salah satu prioritas utama pemerintah saat ini.
Dalam pelaksanaannya, KAI memegang teguh tiga prinsip utama, yaitu keterjangkauan yang disesuaikan dengan skema pemerintah, kualitas hunian yang layak, serta konsep yang berkelanjutan.
Bobby menambahkan bahwa aspek hunian layak wajib memenuhi kriteria keselamatan, standar kualitas, kenyamanan, hingga fungsi utama tempat tinggal.
Proyek Hunian Manggarai didirikan di atas lahan seluas kurang lebih 2,2 hektare yang mencakup area Blok G, Blok F, serta Blok H.
Kawasan ini bakal menghadirkan sebanyak 3.784 unit hunian vertikal yang terbagi dalam delapan tower, lengkap dengan fasilitas pendukung berupa 150 unit area ritel.
Proses konstruksi ditargetkan rampung dalam kurun waktu 18 bulan dengan tetap memprioritaskan keselamatan operasional perjalanan kereta api.
KAI menjamin seluruh unit Hunian Manggarai diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang memenuhi kriteria pemerintah dengan menerapkan prinsip tata kelola yang baik.
Acara peletakan batu pertama ini turut dihadiri Ketua Satgas Perumahan Hashim Djojohadikusumo, Menteri PKP Maruarar Sirait, serta Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi.